Waspadai Kelompok Baru Teroris

Menurut Mbai, kesebelas terduga itu merupakan kelompok baru teroris Hasmi pimpinan Abu Hanifah di Solo.

Tayang:
Penulis: Ahmad Suroso |
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hanya dalam waktu 24 jam, tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menggulung 11 terduga teroris. Mereka disergap di empat kota. Pertama, sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (26/10/2012), tim Densus menangkap dua terduga teroris, Agus Anton alias Thoriq dan Warso alias Kurniawan di Perumahan Puri Amarta Residence, Kecamatan Taman, Madiun, Jatim.

Barang bukti sejumlah bom siap ledak, bahan baku pembuatan bom dalam proses perakitan, dan buku panduan pembuatan bom diamankan.

Selanjutnya pukul 23.00, tim Densus 88 menangkap tiga terduga teroris di Solo, Abu Hanifah, Harun dan Pujianto alias Ari alias Ahmadun. Abu Hanifah diduga sebagai pimpinan Haraqah Sunni untuk Masyarakat Indonesia (Hasmi). Barang bukti yang diamankan, bahan peledak, baik yang siap maupun dalam perakitan.

Dari pengembangan Madiun dan Solo, tim Densus 88 menangkap Emir alias Emirat, dan Zainuddin di Bogor, Jawa Barat, Sabtu siang. Dari lokasi penangkapan disita barang bukti bahan-bahan pembuatan dan perakitan bom, sejumlah amunisi berbagai kaliber, detonator.

Bersamaan penangkapan dua terduga teroris di Bogor, Tim Densus 88 di Jakarta juga bergerak menangkap dua terduga teroris di Jl Palmerah Barat, Jakarta, Azhar dan Herman, dan Narto alias Anto di Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Barang bukti bahan-bahan pembuatan dan perakitan bom.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai mengungkapkan penyergapan 11 terduga teroris merupakan upaya menghentikan rencana aksi teroris.  "Kalau tidak, kita mandi bom," tegas Kepala BNPT, Ansyaad Mbai di Jakarta, Sabtu (27/10). Menurut Mbai, kesebelas terduga itu merupakan kelompok baru teroris Hasmi pimpinan Abu Hanifah di Solo.

Namun, ormas yang memiliki kemiripan nama Hasmi, menegaskan bukan kelompok yang dimaksud Polri. "Kami dari ormas resmi Hasmi (Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami) bukan yang dimaksud oleh pemberitaan tersebut yang memiliki kemiripan nama dengan yang disebutkan Mabes Polri," kata Ketua DPP Hasmi, Muhammad Sarbini dalam rilis

Kita berikan apresiasi atas keberhasilan tim Densus 88 menangkap dan mencegah rencana aksi teroris tersebut. Sebab bila melihat barang bukti yang berhasil disita, meminjam istilah Ansyaad Mbai, kita bisa mandi bom. Indikasinya ancaman bom bisa dilihat dari penemuan barang  bukti tersebut.

Selain itu dari hasil penyelidikan menunjukkan kelompok baru ini memiliki target pengeboman. Di antaranya, Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Kedubes AS di Jakarta dan Plaza 89 yang terdapat Kedubes Australia, Markas Komando Brimob di Jl Srondol, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Mbai, jaringan kelompok baru terorisme selalu memiliki keterkaitan dengan kelompok sebelumnya, yakni JI dan JAT. Jaringan baru ini mudah terbentuk serta merencanakan dan melaksanakan aksi teror. Penyebabnya, penyebaran ideologi radikal belum tersentuh hukum.

Selama ini, kita melihat bahwa hasutan, menyebar kebencian dan permusuhan kepada kelompok lain belum dianggap sebagai bagian dari kejahatan terorisme. Di sisi lain, tidak banyak yang mau peduli dengan masalah tersebut.Tak heran bila kasus teroris tak kunjung tuntas dan selalu ada generasi baru teroris.

Untuk meminimalisir munculnya kelompok-kelompok baru terorisme sudah saatnya Indonesia memiliki aturan yang ketat untuk mengurangi penyebaran ideologi radikal dan terorisme, baik melalui dunia maya maupun dengan menebar kebencian dan permusuhan kepada orang/kelompok lain.

Sebagaimana Singapura dan Malaysia yang  memiliki aturan ketat untuk mengurangi penyebaran ideologi radikal dan terorisme. Termasuk pengawasan dan penindakan terhadap penyebaran ideologi radikal di berbagai situs.

Tak kalah pentingnya juga perlu dipahami bersama, bahwa tugas pemberantasan terorisme di Indonesia bukan hanya tugas kepolisian dan BNPT, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk pembuat undang-undang.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved