Panwas: Waspadai Pelanggaran Money Politics
Rabu, 19 September 2012 23:10 WIB
Share |
Tumpuk1.jpg
Ilustrasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Sebanyak 2.538 pengawas bakal mengawal pelaksanaan Pemilukada Kalbar 2012. Komposisinya 3 pengawas Panwaslu Kalbar, 42 pengawas panwaslu kabupaten/kota se-Kalbar, 522 pengawas panwascam se-Kalbar,

Ketua Panwaslu Kalbar, Hawad Sriyanto mengatakan, pengawasan yang dilakukan panwaslu bukan hanya saat pencoblosan. Namun seluruh tahapan maupun non tahapan Pemilukada Kalbar, juga berada di bawah pengawasan panwaslu.

Dalam pengawasan itu, sedikitnya mengerahkan sebanyak 522 pengawas mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat kecamatan. "Selain panawas ditambah 1.971 petugas pengawas lapangan (PPL) desa/kelurahan se-Kalbar," kata ketua Panwaslu Provinsi, Hawad, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (19/9/2012).

Hawad mengaku kecurangan berpotensi terjadi selama Pemilukada Kalbar 2012 berlangsung. Khususnya di tahapan masa tenang hingga pencoblosan, kecurangan yang rawan terjadi adalah money politics.

Dalam menangani money politics  ini, menurut Hawad pihaknya berusaha agar bisa menangkap tangan pelakunya. Hal ini demi memudahkan dalam hal pembuktian. Namun sejauh ini, belum satupun kasus money politics yang dilaporkan maupun menjadi temuan.

Penulis : M Arief Pramono
Editor : Jamadin

Hit 362