Tugu Khatulistiwa Diusulkan ke UNESCO
Kamis, 13 September 2012 23:12 WIB

TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA
Tugu Khatulistiwa yang berada di bibir Sungai Kapuas, tepatnya kompleks air terjun depan Balai Kota Pontianak, tergenang, Senin (26/12/2011). Sungai Kapuas yang meluap akibat air pasang telah menggenangi Kota Pontianak dan daerah Kalbar lainnya.
Tugu Khatulistiwa yang berada di bibir Sungai Kapuas, tepatnya kompleks air terjun depan Balai Kota Pontianak, tergenang, Senin (26/12/2011). Sungai Kapuas yang meluap akibat air pasang telah menggenangi Kota Pontianak dan daerah Kalbar lainnya.
Berita Terkait
- WIGO Internet Hemat 60 Persen
- Desak PDAM Perbaiki Air Keruh
- ASUS Klaim Kuasai Pangsa Pasar 20,4 Persen
- Lestarikan Budaya Melalui Temu Karya Seni
- SMPN 18 Cukur SMPN 12
- Satria Sabet Juara Catur
- Sarah: Pemerintah Pontianak Tak Berdaya Atasi Gepeng
- Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan
- DPRD Minta Pemerintah Tingkatkan Kualitas e-KTP
- Sosialisasi Penggunaan e-KTP Belum Maksimal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sedang mengumpulkan data sejarah mengenai Tugu Khatulistiwa dan meriam karbit. Kedua ikon Kota Pontianak itu akan diusulkan ke Unesco sebagai warisan dunia.
Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengatakan, saat ini ada tim yang sedang mengumpulkan data dan melengkapi fakta-fakta sejarah.
"Prosesnya sedang berlangsung dan memang data-data itu penting untuk mendukung dan menunjukkan kalau Tugu Khatulistiwa dan meriam karbit memang warisan dunia yang ada sejak dulu," kata Paryadi, Kamis (13/9/2012) di Pontianak.
Tugu khatulistiwa yang asli saat ini ada di dalam gedung yang di atasnya berdiri replika khatulistiwa yang lebih besar. Tugu ini menandai titik nol derajat lintang.
Sementara itu, penyalaan meriam karbit dari kayu belian gelondongan merupakan tradisi yang dilakukan setiap akhir Ramadhan dan awal Idul Fitri.
Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengatakan, saat ini ada tim yang sedang mengumpulkan data dan melengkapi fakta-fakta sejarah.
"Prosesnya sedang berlangsung dan memang data-data itu penting untuk mendukung dan menunjukkan kalau Tugu Khatulistiwa dan meriam karbit memang warisan dunia yang ada sejak dulu," kata Paryadi, Kamis (13/9/2012) di Pontianak.
Tugu khatulistiwa yang asli saat ini ada di dalam gedung yang di atasnya berdiri replika khatulistiwa yang lebih besar. Tugu ini menandai titik nol derajat lintang.
Sementara itu, penyalaan meriam karbit dari kayu belian gelondongan merupakan tradisi yang dilakukan setiap akhir Ramadhan dan awal Idul Fitri.
Editor : Bowo
Sumber : Kompas.com
Hit 777
