Tugu Khatulistiwa Diusulkan ke UNESCO
Kamis, 13 September 2012 23:12 WIB

TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA
Tugu Khatulistiwa yang berada di bibir Sungai Kapuas, tepatnya kompleks air terjun depan Balai Kota Pontianak, tergenang, Senin (26/12/2011). Sungai Kapuas yang meluap akibat air pasang telah menggenangi Kota Pontianak dan daerah Kalbar lainnya.
Tugu Khatulistiwa yang berada di bibir Sungai Kapuas, tepatnya kompleks air terjun depan Balai Kota Pontianak, tergenang, Senin (26/12/2011). Sungai Kapuas yang meluap akibat air pasang telah menggenangi Kota Pontianak dan daerah Kalbar lainnya.
Berita Terkait
- Harga Telur Merangkak Naik
- Pemkot Pontianak Pulangkan 29 Gepeng
- Pertamina: Harga Gas Elpiji Tetap
- DPRD Minta Penyaluran KPS Tepat Sasaran
- Rudi: Pasangan Incumbent Tak Harus Mundur
- Tertibkan Parkir, Dishub Pontianak Patroli 24 Jam
- BNN Ajak Wujudkan Pontianak Bebas Narkoba
- Sulaiman: Tuntaskan Banjir dan Macet di Pontianak
- Tingkatkan Razia Keliling
- SIM Sebagai Tanda Pengenal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sedang mengumpulkan data sejarah mengenai Tugu Khatulistiwa dan meriam karbit. Kedua ikon Kota Pontianak itu akan diusulkan ke Unesco sebagai warisan dunia.
Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengatakan, saat ini ada tim yang sedang mengumpulkan data dan melengkapi fakta-fakta sejarah.
"Prosesnya sedang berlangsung dan memang data-data itu penting untuk mendukung dan menunjukkan kalau Tugu Khatulistiwa dan meriam karbit memang warisan dunia yang ada sejak dulu," kata Paryadi, Kamis (13/9/2012) di Pontianak.
Tugu khatulistiwa yang asli saat ini ada di dalam gedung yang di atasnya berdiri replika khatulistiwa yang lebih besar. Tugu ini menandai titik nol derajat lintang.
Sementara itu, penyalaan meriam karbit dari kayu belian gelondongan merupakan tradisi yang dilakukan setiap akhir Ramadhan dan awal Idul Fitri.
Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengatakan, saat ini ada tim yang sedang mengumpulkan data dan melengkapi fakta-fakta sejarah.
"Prosesnya sedang berlangsung dan memang data-data itu penting untuk mendukung dan menunjukkan kalau Tugu Khatulistiwa dan meriam karbit memang warisan dunia yang ada sejak dulu," kata Paryadi, Kamis (13/9/2012) di Pontianak.
Tugu khatulistiwa yang asli saat ini ada di dalam gedung yang di atasnya berdiri replika khatulistiwa yang lebih besar. Tugu ini menandai titik nol derajat lintang.
Sementara itu, penyalaan meriam karbit dari kayu belian gelondongan merupakan tradisi yang dilakukan setiap akhir Ramadhan dan awal Idul Fitri.
Editor : Bowo
Sumber : Kompas.com
Hit 789
