3 Wisudawan STIK Muhammadiyah Raih IPK 4.00
Rabu, 12 September 2012 22:01 WIB

TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA
WISUDA STIK - Wisudawan STIK Muhammadiyah mendengarkan kata sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kalbar di Hotel Aston Pontianak, Rabu (12/9). Sebanyak 294 wisudawan diwisuda dari S1, D3 dan profesi. Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda
WISUDA STIK - Wisudawan STIK Muhammadiyah mendengarkan kata sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kalbar di Hotel Aston Pontianak, Rabu (12/9). Sebanyak 294 wisudawan diwisuda dari S1, D3 dan profesi. Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda
Berita Terkait
- WIGO Internet Hemat 60 Persen
- Desak PDAM Perbaiki Air Keruh
- ASUS Klaim Kuasai Pangsa Pasar 20,4 Persen
- Lestarikan Budaya Melalui Temu Karya Seni
- SMPN 18 Cukur SMPN 12
- Satria Sabet Juara Catur
- Sarah: Pemerintah Pontianak Tak Berdaya Atasi Gepeng
- Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan
- DPRD Minta Pemerintah Tingkatkan Kualitas e-KTP
- Sosialisasi Penggunaan e-KTP Belum Maksimal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Senyum bahagia terpancar dari wajah Jumi Agus Purnamasari, Annisa Rahmawati, dan Devi Riana. Kerja keras dan semangat pantang menyerah yang akhirnya membawa ketiga mahasiswa ini meraih predikat wisudawan berprestasi dengan IPK tertinggi yaitu 4.00. Masing-masing untuk program Strata 1 Profesi, pada wisuda Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak yang dilaksanakan di Aula Hotel Aston Jl Gajah Mada Pontianak, Rabu(12/09/2012).
Annisa, salah satu wisudawan terbaik mengungkapkan keberhasilan yang ia peroleh berkat kerja keras, semangat belajar yang mudah menyerah dan tidak terlepas dari bimbingan dari dosen sehingga ia bisa menyelesaikan studi keperawatan.
"Belajar jangan mudah menyerah, jika tidak bisa terus belajar dan belajar apalagi kita sudah menempuh 4 tahun masa perkuliahan, selama profesi ini kita melakukan praktik keperawatan di rumah sakit dan puskesmas, banyak pengalaman serta ilmu saat kita turun langsung. Terimakasih kepada dosen khususnya yang sudah membimbing sehingga saya bisa lulus pada profesi keperawatan ini, " ujar putri kedua dari tiga bersaudara ini.
Putri dari pasangan Jafriudin dan Sri Ganep Wati ini belum berencana melanjutkan studi lantaran ingin mencari pengalaman kerja dan mengabdi kepada masyarakat agar dapat membantu terwujudnya kesejahteraan di bidang kesehatan.
"Rencananya ingin mencari pengalaman kerja, bagaimana kita bisa melakukan pekerjaan di tengah masyarakat agar lebih bisa mensejahterakan masyarakat untuk itu kita harus menyesuaikan diri dulu dengan kondisi masyarakat" ujar gadis kelahiran 22 Agustus 1989 yang bercita-cita menjadi membahagiakan kedua orang tua dan menjadi perawat yang mengabdi kepada masyarakat. (mastini)
*) Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Pontianak, Kamis (13/9/2012)
Annisa, salah satu wisudawan terbaik mengungkapkan keberhasilan yang ia peroleh berkat kerja keras, semangat belajar yang mudah menyerah dan tidak terlepas dari bimbingan dari dosen sehingga ia bisa menyelesaikan studi keperawatan.
"Belajar jangan mudah menyerah, jika tidak bisa terus belajar dan belajar apalagi kita sudah menempuh 4 tahun masa perkuliahan, selama profesi ini kita melakukan praktik keperawatan di rumah sakit dan puskesmas, banyak pengalaman serta ilmu saat kita turun langsung. Terimakasih kepada dosen khususnya yang sudah membimbing sehingga saya bisa lulus pada profesi keperawatan ini, " ujar putri kedua dari tiga bersaudara ini.
Putri dari pasangan Jafriudin dan Sri Ganep Wati ini belum berencana melanjutkan studi lantaran ingin mencari pengalaman kerja dan mengabdi kepada masyarakat agar dapat membantu terwujudnya kesejahteraan di bidang kesehatan.
"Rencananya ingin mencari pengalaman kerja, bagaimana kita bisa melakukan pekerjaan di tengah masyarakat agar lebih bisa mensejahterakan masyarakat untuk itu kita harus menyesuaikan diri dulu dengan kondisi masyarakat" ujar gadis kelahiran 22 Agustus 1989 yang bercita-cita menjadi membahagiakan kedua orang tua dan menjadi perawat yang mengabdi kepada masyarakat. (mastini)
*) Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Pontianak, Kamis (13/9/2012)
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
Hit 630
