PLN Terangi Pulau Lemukutan

Operator PLTD Pulau Lemukutan, Tan Alexander, mengatakan listrik PLN mulai pertama kali menyala di Pulau Lemukutan sejak tahun 1993

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Kalimantan Barat serius melaksanakan komitmennya sesuai dengan visi dan misi PLN agar semua masyarakat dapat menikmati penerangan listrik dari PLN.

Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya jaringan dan dialiri listrik oleh PLN di berbagai daerah terpencil seperti daerah perbatasan maupun pulau-pulau yang harus dilalui dengan medan yang berat serta rugi sekalipun.

Satu di antaranya di Pulau Lemukutan yang membutuhkan perjalanan sekitar dua jam menggunakan kapal motor nelayan dari Desa Teluk Suak, Kabupaten Bengkayang. PLN wilayah menempatkan dua unit mesin PLTD dengan daya masing-masing 40 KwA dan 140 KwA.

Operator PLTD Pulau Lemukutan, Tan Alexander, mengatakan listrik PLN mulai pertama kali menyala di Pulau Lemukutan sejak tahun 1993 hingga sekarang. Jumlah pelanggan tercatat sebanyak 175 orang atau KK, 30 orang di antaranya adalah pelanggan prabayar.

"Jumlah kepala keluarga (KK) di Pulau Lemukutan ada sekitar 245 KK. Ini berarti masih ada sekitar 70 KK yang belum dialiri listrik PLN," katanya kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (1/9/2012).

Menurut Alex, masyarakat yang belum memiliki listrik adalah warga Pulau Lemukutan yang berada di sebelah barat tepatnya Kampung Melanau Barat yang terkendala program pembangunan jaringan oleh pemerintah kabupaten secara bertahap dari tahun 2009 dan sempat vakum.

"Sebenarnya jaringan yang dibangun sudah mencapai sekitar 4 Km dari titik terakhir rumah penduduk, dan 2 Km sudah melewati rumah penduduk, cuma belum dipasang gardu atau travo oleh pemerintah sehingga belum bisa dialiri listrik PLN. Mudah-mudahan tahun 2013, kembali dikerjakan agar segera selesai," harapnya.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved