Bengkel Buka, Warga Nyaman Berlebaran

sengaja memang, karena biasanya ramai orang yang memperbaiki motor, entah untuk tambal ban, ganti oli atau sekedar tambah angin ban motor

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - H+4 lebaran, sejumlah toko penjual bahan kebutuhan pokok di ruas Jl 28 Oktober, Pontianak Utara, masih belum buka. Kalaupun buka hanya setengah hari. Yang terlihat tetap buka sebagian besar bengkel motor maupun sepeda.

Menurut A Khun (42) pemilik bengkel motor A Khun Motor, ia sengaja tetap buka bengkel untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sebagian besar menggunakan motor untuk berlebaran.

"Kita hari Senin (20/8/2012) sudah buka, sengaja memang, karena biasanya ramai orang yang memperbaiki motor, entah untuk tambal ban, ganti oli atau sekedar tambah angin ban motor," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (23/8/2012) siang.

Menurutnya, dengan keperluan orang yg berlebaran, tentunya menambah rezeki bagi yg tak merayakan Idul Fitri dengan tetap membuka jasa pelayanan bengkel motor.

Di bengkel lain, Sinar Jaya Motor yang terletak di Jl Gusti Situt Machmud, Pontianak Utara, sejumlah kendaraan roda dua tampak berjejer menunggu antrean untuk ditangani. Rahmad (30) warga Jl Parit Makmur, mengatakan, ia membawa motornya ke bengkel untuk sekedar ganti oli.

"Kemaren-kemaren tak sempat ke bengkel untuk ganti oli, karena masih sibuk bekerja, biasalah menjelang libur panjang, kerjaan makin menumpuk," ujar pegawai swasta yang berencana kerumah saudaranya di Tanjung Hilir.

Ia mengatakan terbantu dengan tetap bukanya bengkel motor di hari kelima lebaran. "Sangat membantu, apalagi seperti bengkel ini, yang hari kedua saja sudah buka. Terutama bagi warga yang mau berlebaran menggunakan motor, karena misalnya pas lagi berlebaran ban bocor, pasti merepotkan kalau tak ada bengkel yang buka," tambahnya.

Pemilik kendaraan lainnya, Ahmadin, (18), merasa terbantu dengan tetap bukanya bengkel motor. Padahal ia hanya sekedar menambah angin untuk ban motornya.

"Kalau tak ada bengkel yang buka, abeslah kite bang, ban motor kempes, kalau dipaksakan bisa-bisa bocor, untung gak sudah ada bengkel yang buka, jadi saya bersyukur bisa nambah angin, jalan ke rumah kawanpun tetap nyaman," ujarnya seraya tertawa.

Baik Ahmadin maupun A Khun sama-sama terbantu, si pelanggan terbantu untuk memperbaiki motornya sedangkan si pemilik bengkel tetap mendapatkan rezeki untuk menghidupi keluarganya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved