Tanding Diundur Cino Tak Kecewa
Rabu, 15 Agustus 2012 23:58 WIB

NET
Daud Cino Jordan
Berita Terkait
- PATRI Gelar Baksos dan Tanam Pohon
- Kasubag Protokol Setwan Kalbar Minta Perlindungan…
- Badan Kehormatan Pastikan PAW Anggota DPRD
- Pemprov: Pemda Harus Kirim Utusan di Apresiasi PTK…
- Putra Setia Wakili Kalbar di POPNAS Jakarta
- Korem Terima Tim Verifikasi Kodam XII/TPR
- Muslim: Tim Voli Putri Kurang Perhatian Pemkab Sanggau
- ICW Luncurkan Album Frekuensi Perangkap Tikus
- Tim Putri Pontianak Cukur Tim Putri Sanggau 3-0
- Hipmi Rangkul Tokoh Politik Nasional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Juara dunia tinju versi IBO (International Boxing Organisation) asal Kalimantan Barat Daud "cino" Yordan, mengaku santai dengan status penundaan pertarungannya, yang sejatinya akan digelar September ini.
"Tak ada yang perlu dikecewakan, dengan penundaan ini, pasti ada hikmah yang bisa saya ambil, satu diantaranya masa persiapan saya yang semakin panjang," ujarnya ketika ditemui di hotel tempatnya menginap di Pontianak, Rabu (15/8/2012) sore.
Menurutnya, Dengan semakin panjangnya waktu persiapan, akan semakin baik, karena akan semakin matang dalam mempersiapkan diri, termasuk mental. Ia menggambarkan, semua petinju hebat, tetap memerlukan persiapan yang matang, yang otomatis membutuhkan waktu yang lebih lama. Dengan filosofi ini, ia berusaha mengambil keuntungan penundaan pertandingan sambil tetap berlatih ringan, untuk menjaga kondisi idealnya.
Daud datang ke Pontianak atas undangan Dispora Kalbar, yang akan menggelar silaturahmi pada tanggal 17 Agustus 2012 mendatang. Hanya ia belum bisa memastikan apa acara dan maksud undangan tersebut.
Daud mengungkapkan, penundaan ini bukan terkait dengan kondisi antar petinju, melainkan belum fix-nya deal antara pihak pemegang hak siar di Indonesia, dalam hal ini, RCTI dengan pihak penyelenggara, Marina Bay Singapura.
"Kalau saya tak ada masalah, persiapan saya sudah oke, sekarang tergantung manajemen. Saya selalu siap kapan saja pertarungannya digelar," ujarnya santai.
Daud juga mengatakan, tak memilih lawan yang akan dihadapinya. Dijadwalkan bertemu dengan petinju Inggris, ia mengatakan optimismenya bisa mengatasi pertarungan tersebut. Begitu juga dengan opsi kedua, yang dijadwalkan bertarung dengan petinju asal Republik Dominica.
"Masing-masing petinju punya keunggulan dan kelemahan. Secara logika, kelemahan petinju Inggris itu lebih tua, tentunya tingkat kegesitannya akan sedikit menurun, ini yang akan saya manfaatkan. Sedangkan keunggulan petinju Dominica, berasal dari negara dengan tradisi juara, yang tentunya butuh strategi jitu untuk mengatasinya," tambahnya.
Terlepas siapapun lawannya nanti, Daud tetap berupaya memberikan pertarungan dan perlawanan maksimal, agar bisa memberikan hasil terbaik.
"Tak ada yang perlu dikecewakan, dengan penundaan ini, pasti ada hikmah yang bisa saya ambil, satu diantaranya masa persiapan saya yang semakin panjang," ujarnya ketika ditemui di hotel tempatnya menginap di Pontianak, Rabu (15/8/2012) sore.
Menurutnya, Dengan semakin panjangnya waktu persiapan, akan semakin baik, karena akan semakin matang dalam mempersiapkan diri, termasuk mental. Ia menggambarkan, semua petinju hebat, tetap memerlukan persiapan yang matang, yang otomatis membutuhkan waktu yang lebih lama. Dengan filosofi ini, ia berusaha mengambil keuntungan penundaan pertandingan sambil tetap berlatih ringan, untuk menjaga kondisi idealnya.
Daud datang ke Pontianak atas undangan Dispora Kalbar, yang akan menggelar silaturahmi pada tanggal 17 Agustus 2012 mendatang. Hanya ia belum bisa memastikan apa acara dan maksud undangan tersebut.
Daud mengungkapkan, penundaan ini bukan terkait dengan kondisi antar petinju, melainkan belum fix-nya deal antara pihak pemegang hak siar di Indonesia, dalam hal ini, RCTI dengan pihak penyelenggara, Marina Bay Singapura.
"Kalau saya tak ada masalah, persiapan saya sudah oke, sekarang tergantung manajemen. Saya selalu siap kapan saja pertarungannya digelar," ujarnya santai.
Daud juga mengatakan, tak memilih lawan yang akan dihadapinya. Dijadwalkan bertemu dengan petinju Inggris, ia mengatakan optimismenya bisa mengatasi pertarungan tersebut. Begitu juga dengan opsi kedua, yang dijadwalkan bertarung dengan petinju asal Republik Dominica.
"Masing-masing petinju punya keunggulan dan kelemahan. Secara logika, kelemahan petinju Inggris itu lebih tua, tentunya tingkat kegesitannya akan sedikit menurun, ini yang akan saya manfaatkan. Sedangkan keunggulan petinju Dominica, berasal dari negara dengan tradisi juara, yang tentunya butuh strategi jitu untuk mengatasinya," tambahnya.
Terlepas siapapun lawannya nanti, Daud tetap berupaya memberikan pertarungan dan perlawanan maksimal, agar bisa memberikan hasil terbaik.
Penulis : Joko Hardyanto
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
