Target Berat Atlet Kempo Kalbar
Selasa, 14 Agustus 2012 21:42 WIB

TRIBUN PONTIANAK/JOKO HARDYANTO
FASILITAS WILDCARD - Atlet putri Kempo Kalbar, Tifani Aggarini berlatih tendangan dan pukulan dibawah bimbingan satu diantara pelatih Kempo Kalbar. Tifani merupakan atlet putri yang memperoleh fasilitas wildcard dari panitia PON XVIII 2012 Riau.
FASILITAS WILDCARD - Atlet putri Kempo Kalbar, Tifani Aggarini berlatih tendangan dan pukulan dibawah bimbingan satu diantara pelatih Kempo Kalbar. Tifani merupakan atlet putri yang memperoleh fasilitas wildcard dari panitia PON XVIII 2012 Riau.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perjuangan ekstra berat harus dilalui atlet Kempo putri Kalimantan Barat Tifani Anggarini, yang turun di nomor Randori kelas 45 kg atau pertarungan bebas pada PON XVIII 2012 Riau. Terbilang berat karena selain tak lolos di Pra Pon 2011 Makassar, keikutsertaan Tifani di PON juga dipastikan setelah memperoleh fasilitas wildcard dari panitia.
Wildcard adalah fasilitas berupa undangan keikutsertaan yang disampaikan panitia kepada atlet yang tak lolos PON namun dinilai memiliki potensi untuk berkembang, sekaligus juga sebagai wadah pembinaan untuk atlet daerah.
Pelatih putri Kempo Kalbar, Ngadiyo, menyadari beratnya perjuangan atlet Kalbar, terlebih dengan menyandang status undangan.
"Berat memang, tapi dengan materi latihan yang memasuki tahap III, kita tetap berusaha maksimal meraih hasil terbaik di PON nanti," ujarnya saat ditemui di kawasan GOR Pangsuma Pontianak, Selasa (14/8/2012) sore.
Menyadari beratnya peluang di PON, Ngadiyo tak berani mematok target perolehan medali kepada atletnya, terlebih setelah membaca peluang dari beberapa daerah di pulau Jawa, yang selama ini selalu mendominasi.
"DKI, Jawa Timur dan Jawa Barat adalah daerah dengan dominasi prestasi cabor Kempo yang menonjol. Diluar itu, satu daerah yang kelihatan mulai mengganggu dominasi tiga provinsi tadi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT)," ulasnya.
NTT dinilai telah berhasil melakukan regenerasi atlet Kempo, termasuk juga berhasil dalam pengelolaan manajemennya.
"Satu diantara kunci keberhasilan atlet Kempo NTT berbicara ditingkat nasional adalah melalui regenerasi, dimana saya mendapat info, dalam satu kali ujian kenaikan tingkat diikuti minimal 50 atlet. Bandingkan dengan di Kalbar, dimana dalam satu kali kenaikan tingkat paling banyak hanya diikuti sekitar 10 atlet," tambahnya.
*) Berita selengkapnya baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (15/8/2012) halaman 24 Borneo Sport
Wildcard adalah fasilitas berupa undangan keikutsertaan yang disampaikan panitia kepada atlet yang tak lolos PON namun dinilai memiliki potensi untuk berkembang, sekaligus juga sebagai wadah pembinaan untuk atlet daerah.
Pelatih putri Kempo Kalbar, Ngadiyo, menyadari beratnya perjuangan atlet Kalbar, terlebih dengan menyandang status undangan.
"Berat memang, tapi dengan materi latihan yang memasuki tahap III, kita tetap berusaha maksimal meraih hasil terbaik di PON nanti," ujarnya saat ditemui di kawasan GOR Pangsuma Pontianak, Selasa (14/8/2012) sore.
Menyadari beratnya peluang di PON, Ngadiyo tak berani mematok target perolehan medali kepada atletnya, terlebih setelah membaca peluang dari beberapa daerah di pulau Jawa, yang selama ini selalu mendominasi.
"DKI, Jawa Timur dan Jawa Barat adalah daerah dengan dominasi prestasi cabor Kempo yang menonjol. Diluar itu, satu daerah yang kelihatan mulai mengganggu dominasi tiga provinsi tadi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT)," ulasnya.
NTT dinilai telah berhasil melakukan regenerasi atlet Kempo, termasuk juga berhasil dalam pengelolaan manajemennya.
"Satu diantara kunci keberhasilan atlet Kempo NTT berbicara ditingkat nasional adalah melalui regenerasi, dimana saya mendapat info, dalam satu kali ujian kenaikan tingkat diikuti minimal 50 atlet. Bandingkan dengan di Kalbar, dimana dalam satu kali kenaikan tingkat paling banyak hanya diikuti sekitar 10 atlet," tambahnya.
*) Berita selengkapnya baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (15/8/2012) halaman 24 Borneo Sport
Penulis : Joko Hardyanto
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
