Pelajar SMKN 1 Serang SMAN 2
Polisi pun mengejar para siswa SMKN 1 Maumere yang berlari menyusuri
Diduga, tawuran antar pelajar itu pecah dipicu oleh pertandingan voli sehari sebelumnya. Pada saat kejadian, polisi turun melakukan pengamanan ke kompleks SMAN 2 yang beralamat di Jalan Litbang, Kota Uneng, Maumere. Kedatangan aparat justru menambah keberingasan siswa, polisi pun tak lepas dari amuk para siswa SMKN 1 Maumere melemparinya dengan batu.
Seorang polisi, Briptu Dedy, terkena lemparan batu. Kapolsek Alok, Ipda Hendrik Aritonang, dan Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian (KSPK) Polres Sikka, Aiptu Urbanus, nyaris terkena lemparan.
Polisi pun mengejar para siswa SMKN 1 Maumere yang berlari menyusuri Kali Kota Uneng dan berhasil menangkap 16 orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan.
Informasi yang diperoleh Pos Kupang di lokasi kejadian dan di Mapolsek Alok, Sabtu (11/8/2012) siang usai kejadian meenyebutkan, aksi tawuran diawali dari belasan siswa SMKN 1 Maumere yang berseragam sekolah dan bersenjatakan batu mengepung SMAN 2 Maumere dari bagian belakang RSUD Maumere dan dari bagian depan Jalan Litbang-Maumere.
Dari dua titik itulah mereka melempari para siswa SMAN 2 Maumere yang sedang kusuk mengikuti KBM. Pelemparan itu membuat siswa SMAN 1 Maumere bertahan di dalam sekolah. Mereka tidak berani keluar dari kompleks.
Polisi yang mendapat laporan bergerak cepat ke lokasi kejadian. Kasat Samapta Polres Sikka, AKP Arif Sadikin, dan Kapolsek Alok, Ipda Hendrik Aritonang, langsung bergerak ke Jalan Litbang guna melakukan pengamanan. Apesnya, di lokasi, polisi justru disambut lemparan batu para siswa SMKN 1 Maumere. Mobil polisi pun dihajar dengan batu.
Polisi pun tidak panik. Mereka langsung mengejar para pelaku yang mengambil langkah seribu di sepanjang Kali Mati Kota Uneng. Hasilnya, 16 siswa berhasil diciduk dan diseret ke Mapolsek Alok di Jalan El Tari Maumere untuk dimintai keterangan. Siang kemarin, Polsek Alok yang biasanya sepi, penuh dengan warga yang datang melihat para pelaku pelemparan.