Lagi! Warga Sintang Blokir Jalan
Jumat, 10 Agustus 2012 12:54 WIB

NET
Ilustrasi kondisi jalan berdebu yang menganggu pernapasan masyarakat sekitar
Berita Terkait
- PATRI Gelar Baksos dan Tanam Pohon
- Polisi Dalami Indikasi Penyimpangan Proyek Gedung…
- LIRA Nilai Kejari Tak Serius Tangani Kasus Korupsi
- Rosmawati: Aktivitas Koperasi Sintang Rendah
- Paryadi Apresiasi Perkembangan Untan
- Curah Hujan Tinggi, Kerusakan Jalan Semakin Parah
- Bupati Milton Minta Pemilik Toko Sediakan Gudang
- Hutbun Pertanyakan Keseriusan MJM Penuhi Tuntutan…
- Jembatan Rusak, Akses Tiga Desa Terputus
- Hotler Ajak Anak Terlibat Bangun Daerah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Puluhan warga jalan Mensiku Jaya Kelurahan Kapuas Kiri
Hulu Sintang Kalimantan Barat kembali melakukan pemblokiran jalan. Seiring tak
adanya solusi masalah debu yang dikeluhkan warga, warga mengancam akan
terus melakukan blokade permanen jika tak mendapat respon dari
pemerintah.
Warga menilai jalan yang berada kurang lebih satu kilo meter dari kantor bupati ini terkesan tak mendapatkan perhatian pemerintah. Akibat dari pemblokiran tersebut sejumlah kendaraan roda empat tak bisa lewat, baik tujuan Binjai ke kota, maupun dari kota ke Binjai.
Koordinator lapangan aksi pemblokiran jalan Mulyadi mengatakan keinginan warga tak terlalu muluk, hanya meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan terutama di daerah yang padat penduduk.
"Kalau hujan jalan becek, dan kalau panas berdebu seperti ini. Masyarakat disini maunya agar bebas dari jalan yang becek maupun berdebu," ujar Mulyadi pada Tribunpontianak.co.id, Jumat (10/8/2012).
Ia mengatakan pemblokiran yang dilakukan sejak pukul 08.88 Wib akan terus dilakukan hingga mendapatkan respon dan solusi dari pemerintah daerah maupun provinsi mengenai kondisi jalan di daerah pemukiman warga. Pemblokiran jalan akan dilakukan secara permanen jika aksi masyarakat tak juga mendapatkan respon dari pemerintah.
Warga menilai jalan yang berada kurang lebih satu kilo meter dari kantor bupati ini terkesan tak mendapatkan perhatian pemerintah. Akibat dari pemblokiran tersebut sejumlah kendaraan roda empat tak bisa lewat, baik tujuan Binjai ke kota, maupun dari kota ke Binjai.
Koordinator lapangan aksi pemblokiran jalan Mulyadi mengatakan keinginan warga tak terlalu muluk, hanya meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan terutama di daerah yang padat penduduk.
"Kalau hujan jalan becek, dan kalau panas berdebu seperti ini. Masyarakat disini maunya agar bebas dari jalan yang becek maupun berdebu," ujar Mulyadi pada Tribunpontianak.co.id, Jumat (10/8/2012).
Ia mengatakan pemblokiran yang dilakukan sejak pukul 08.88 Wib akan terus dilakukan hingga mendapatkan respon dan solusi dari pemerintah daerah maupun provinsi mengenai kondisi jalan di daerah pemukiman warga. Pemblokiran jalan akan dilakukan secara permanen jika aksi masyarakat tak juga mendapatkan respon dari pemerintah.
Penulis : Susilawati
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
