Wah! Pengemis Sintang Pakai BB
Selasa, 7 Agustus 2012 16:37 WIB

Ilustrasi
Berita Terkait
- Nelayan: Bantuan Tunai Buat Masyarakat Manja
- Mahasiswa dan Pemuda Tuntut Batalkan Kenaikan BBM
- Danrem: Sintang Rawan Masalah Patok Batas
- Antrean di SPBU Normal
- Pelajari Perbatasan, Danrem Akan Turun Langsung
- Polres Landak Komitmen Awasi Distribusi BBM Subsidi
- Surya: Harga BBM Naik, Tindak Kriminal Akan Meningkat
- DPR Voting Pengesahan APBNP 2013
- Kenaikan Harga BBM Berimbas Pada Sembako
- BBM di SPBU Pontianak Barat Aman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan trasmirasi Kabupaten Sintang Florensius Kaha mengatakan, bahwa gepeng yang ada di wilayah bukanlah penduduk lokal. Akan tetapi sengaja didatangkan dari luar, dan dikoordinir oleh oknum- oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan.
Ia mengatakan saat ini dissornaker bersama pihak terkait sedang berupaya untuk melakukan penertiban, guna dilakukan pendataan. Apabila yang bersangkutan merupakan warga Kabupaten Sintang maka akan diberikan pembinaan, sedangkan bagi gepen yang pendatang atau sengaja didatangkan akan dipulangkan.
"Sintang ini belum ada pengemis, dan orang Sintang tidak mungkin jadi pengemis. Yang minta- minta ini kita indikasikan dari luar semua, yang dikoordinir. Tak hanya lebaran bahkan dihari- hari biasa," ujar Florensius Kaha.
Menurutnya modus yang digunakan memang bermacam- macam, seperti menjual buku, atas nama yayasan dan panti. Bersama instansi terkait akan dilakukan koordinasi untuk melakukan razia, dan mengungkap cukong yang ada di balik gepeng. Karena permasalahan ini bukan hanya di sintang, akan tetapi semua daerah, oleh sebab itu otak dari semua ini yang harus kita tangkap.
Mengenai pemanfaatan kaum difabel, ia menilai agar masyarakat kasihan dan memberikan uang. Karena di daerah lain pendapatan pengemis berkisar antara 200 ribu keatas, sehingga ini yang dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab dengan melakukan berbagai cara.
"Kalau pagi mereka diantar dan kalau sore dijemput kembali, mereka berkoordinasi dengan menggunakan Hp, bahkan saya lihat sendiri di pasar junjung buih mereka berkomunikasi pakai BlackBerry. Berarti ini bukan pengemis sembarangan akan tetapi sudah terkoordinir," katanya.
Ia mengatakan saat ini dissornaker bersama pihak terkait sedang berupaya untuk melakukan penertiban, guna dilakukan pendataan. Apabila yang bersangkutan merupakan warga Kabupaten Sintang maka akan diberikan pembinaan, sedangkan bagi gepen yang pendatang atau sengaja didatangkan akan dipulangkan.
"Sintang ini belum ada pengemis, dan orang Sintang tidak mungkin jadi pengemis. Yang minta- minta ini kita indikasikan dari luar semua, yang dikoordinir. Tak hanya lebaran bahkan dihari- hari biasa," ujar Florensius Kaha.
Menurutnya modus yang digunakan memang bermacam- macam, seperti menjual buku, atas nama yayasan dan panti. Bersama instansi terkait akan dilakukan koordinasi untuk melakukan razia, dan mengungkap cukong yang ada di balik gepeng. Karena permasalahan ini bukan hanya di sintang, akan tetapi semua daerah, oleh sebab itu otak dari semua ini yang harus kita tangkap.
Mengenai pemanfaatan kaum difabel, ia menilai agar masyarakat kasihan dan memberikan uang. Karena di daerah lain pendapatan pengemis berkisar antara 200 ribu keatas, sehingga ini yang dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab dengan melakukan berbagai cara.
"Kalau pagi mereka diantar dan kalau sore dijemput kembali, mereka berkoordinasi dengan menggunakan Hp, bahkan saya lihat sendiri di pasar junjung buih mereka berkomunikasi pakai BlackBerry. Berarti ini bukan pengemis sembarangan akan tetapi sudah terkoordinir," katanya.
Penulis : Susilawati
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
