Heboh! Kepala Babi di Pintu Masjid
Kamis, 2 Agustus 2012 10:53 WIB

net
Kepala Babi
Berita Terkait
- Masjid di Swedia Kumandangkan Azan
- Waduh, Penjaga Masjid Cabuli Gadis Bawah Umur
- Menara Masjid Omari Dihancurkan
- Sebelum Diganti, Kepala Dinas Jangan Jual Proyek
- Nelayan Kaget Temukan Anak Ikan Hiu Berkepala Dua
- Sosis Ayam Kedapatan Mengandung Babi
- Adnan 30 Tahun Jadi Kepala UPT Pendidikan Teluk Pakedai
- Tega, Masjid Agung kok Dijual
- Wakapolres Kampanye Safety Riding di Masjid
- Sintang Cari Kepala Sekolah untuk Daerah Terpencil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Dua kepala babi ditemukan mengantung di pintu masjid di Kota Montauban, Prancis, di hari Rabu (1/8/2012). Sontak, menggantungnya kepala babi itu menghebohkan para jamaah.
Kepala babi itu mengantung pada dua pilar di pintu masuk Masjid Salam, sementara darah menggenang di bawahnya. Insiden itu mendapatkan kecaman keras dari Walikota Montauban, Brigitte Bareges.
Ia menilai hal itu merupakan bentuk intimidasi terhadap umat muslim yang telah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Kecaman juga datang dari para tokoh umat muslim Prancis, mereka menyatakan aksi vandalisme itu tidak dapat dimaafkan karena terjadi selama Bulan Ramadan.
"Ini dimaksudkan untuk mengotori tempat doa ini," ujar Abdallah Zekri, seorang tokoh Muslim di wilayah Nîmes.
Insiden Ini merupakan yang pertama terjadi di Montauban, yang berada di dekat kota Toulouse. Insiden yang nyaris serupa pernah terjadi di sebuah masjid di Castres, pada 2009 silam.
Saat itu jemaah masjid menemukan kaki babi mengantung di dalam masjid, Sementara lambang swastika Nazi terpampang di dinding bersama dengan slogan-slogan rasis dan nasionalis.
Kepala babi itu mengantung pada dua pilar di pintu masuk Masjid Salam, sementara darah menggenang di bawahnya. Insiden itu mendapatkan kecaman keras dari Walikota Montauban, Brigitte Bareges.
Ia menilai hal itu merupakan bentuk intimidasi terhadap umat muslim yang telah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Kecaman juga datang dari para tokoh umat muslim Prancis, mereka menyatakan aksi vandalisme itu tidak dapat dimaafkan karena terjadi selama Bulan Ramadan.
"Ini dimaksudkan untuk mengotori tempat doa ini," ujar Abdallah Zekri, seorang tokoh Muslim di wilayah Nîmes.
Insiden Ini merupakan yang pertama terjadi di Montauban, yang berada di dekat kota Toulouse. Insiden yang nyaris serupa pernah terjadi di sebuah masjid di Castres, pada 2009 silam.
Saat itu jemaah masjid menemukan kaki babi mengantung di dalam masjid, Sementara lambang swastika Nazi terpampang di dinding bersama dengan slogan-slogan rasis dan nasionalis.
Editor : Jamadin
Sumber : Tribunnews
