Tangkapan Nelayan Pemangkat Menurun
Minggu, 29 Juli 2012 14:24 WIB

NET
Ilustrasi
Berita Terkait
- Kadiskes: ISPA Masih Tinggi di Sambas
- Warga Lorong Putus Khawatir Abrasi
- Rilis Novel Fenomena Kerusuhan Sambas 1999
- Luas Izin Lokasi PT SAM 7.600 Hektare
- Polsek Galing Masih Selidiki Kasus Pemukukan
- Nelayan Kubu Raya Punya Indentitas Kartu
- DPRD Sambas Beri Rekomendasi atas LKPj Bupati
- Peringatan Hari Jadi Sambas Dirangkai Festival Budaya…
- Sambas Rencana Dirikan Pabrik Sawit
- 73 Orang Diklatpim LAN Studi Lapangan di Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sejumlah nelayan Pemangkat mengeluhkan harga bahan bakar solar yang sulit di dapat, selain itu mereka juga mengeluhkan hasil tangkapan mereka yang mulai kurang akhir-akhir ini.
"Kehidupan kami sebagai nelayan sangat sulit, sudahlah solar sulit didapat, tangkapan laut menurun, kadangkala ketika melaut tidak ada hasilnya sehingga kami pulang dengan tangan kosong," ujar Herwan, kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (29/7/2012).
Dikatakan, sebagian besar kebutuhan solar dipenuhi dari solar luar atau di SPBU. "Kita belipun harganya sudah berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu perliter, kalau kita beli di SPDN yang memang untuk nelayan Rp 4.500 perliter, tapi kan mana cukup suplainya yang habis digunakan untuk dua hari saja," katanya.
Menurutnya untuk sekali berangkat saja paling sedikit menggunakan solar10 liter, tapi kalau kapal yang paling kecil sekali cukup dua atau empat liter saja. "Kalau kita melaut dengan waktu yang lama bisa mencapai 60 liter, jadi sebagai nelayan kita sangat membutuhkan solar bersubsidi," ujarnya.
"Kehidupan kami sebagai nelayan sangat sulit, sudahlah solar sulit didapat, tangkapan laut menurun, kadangkala ketika melaut tidak ada hasilnya sehingga kami pulang dengan tangan kosong," ujar Herwan, kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (29/7/2012).
Dikatakan, sebagian besar kebutuhan solar dipenuhi dari solar luar atau di SPBU. "Kita belipun harganya sudah berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu perliter, kalau kita beli di SPDN yang memang untuk nelayan Rp 4.500 perliter, tapi kan mana cukup suplainya yang habis digunakan untuk dua hari saja," katanya.
Menurutnya untuk sekali berangkat saja paling sedikit menggunakan solar10 liter, tapi kalau kapal yang paling kecil sekali cukup dua atau empat liter saja. "Kalau kita melaut dengan waktu yang lama bisa mencapai 60 liter, jadi sebagai nelayan kita sangat membutuhkan solar bersubsidi," ujarnya.
Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Jamadin
Sumber : Tribun Pontianak
