Polisi Sambas Diminta Berantas Miras
Jumat, 27 Juli 2012 13:41 WIB

NET
Jenis minuman beralkohol
Berita Terkait
- Polda Metro Jaring Polisi Jadi Atlet
- Kadiskes: ISPA Masih Tinggi di Sambas
- Dua Pelajar Terjaring Razia
- Anggota Polisi Terseungkur Ditabrak Pengendara
- Polres Sanggau Gelar Operasi Simpatik
- Penembakan Pengunjuk Rasa Diduga Gunakan Peluru Tajam
- Warga Lorong Putus Khawatir Abrasi
- Anggota Polisi Berpangkat Briptu Terlibat Kasus Pemerkosaan
- Rilis Novel Fenomena Kerusuhan Sambas 1999
- Luas Izin Lokasi PT SAM 7.600 Hektare
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, H Ahmadi Muhammad meminta agar peredaran minuman keras di wilayah ini tidak ada lagi, apalagi minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.
"Keberadaan sumber pembuat minuman keras sepertinya sulit dilacak, dan kita minta polisi untuk melacaknya kalau memang masih beredar berarti pihak kepolisian masih sulit untuk melacaknya," ujar H Ahmadi Muhammad kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (27/7/2012).
Dikatakan, pengungkapan sumber minuman keras terutama produksi lokal harus dilakukan.
"Kepolisian harus lebih aktif lagi untuk melakukan pengungkapan miras, dan apalagi ditemukannya minuman keras ilegal dari luar negeri seperti yang dilakukan tim sidak Pemkab Sambas kemarin, jadi ada kelompok atau sindikat orang tertentu yang memasukkan miras ke wilayah Sambas," katanya.
"Mengingat wilayah Sambas ini banyak akses yang bisa dilalui baik dari perairan seperti Selakau dan Pemangkat atau perbatasan Sambas dengan Malaysia, tentunya ini harus kita antisipasi," ujarnya.
"Keberadaan sumber pembuat minuman keras sepertinya sulit dilacak, dan kita minta polisi untuk melacaknya kalau memang masih beredar berarti pihak kepolisian masih sulit untuk melacaknya," ujar H Ahmadi Muhammad kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (27/7/2012).
Dikatakan, pengungkapan sumber minuman keras terutama produksi lokal harus dilakukan.
"Kepolisian harus lebih aktif lagi untuk melakukan pengungkapan miras, dan apalagi ditemukannya minuman keras ilegal dari luar negeri seperti yang dilakukan tim sidak Pemkab Sambas kemarin, jadi ada kelompok atau sindikat orang tertentu yang memasukkan miras ke wilayah Sambas," katanya.
"Mengingat wilayah Sambas ini banyak akses yang bisa dilalui baik dari perairan seperti Selakau dan Pemangkat atau perbatasan Sambas dengan Malaysia, tentunya ini harus kita antisipasi," ujarnya.
Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
