Kaji Misi Baju Tahanan KPK
Kamis, 26 Juli 2012 09:13 WIB

micecartoon.com
Baju tahanan KPK
Baju tahanan KPK
Berita Terkait
- Kasus Korupsi Jadikan Pembelajaran
- Kasubag Protokol Setwan Kalbar Minta Perlindungan…
- Polisi Dalami Indikasi Penyimpangan Proyek Gedung…
- Tiga dari Empat Rumah Luthfi Hasan Atas Nama Orang…
- ICW Luncurkan Album Frekuensi Perangkap Tikus
- Kasubag Protokoler Siap Dicopot
- Tahanan Meninggal di RSUD Sanggau
- ICW: Empat Daerah di Kalbar Terindikasi Korupsi
- KPK Bisa Jerat Istri-istri Djoko Susilo
- Mantan Rektor Tersangka Kasus Korupsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kendati mengenakan baju putih bertuliskan tahanan KPK dalam hurup besar ternyata tidak membuat mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom 'mati' gaya. Terdakwa kasus dugaan suap 480 cek perjalanan/pelawat total senilai Rp 24 miliar terhadap lebih dari 20 anggota Komisi IX DPR 2004-2010 itu tetap tidak 'lupa' dengan cara bergaya yang selalu modis nan elegan dalam setiap penampilannya.
Seperti terlihat saat persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Tipikor Jakarta Selasa (24/7/2012) penampilan dan cara berbusana benar-benar chic, bak peragawati meniti karpet merah, sehingga penampilannnya kemarin betul-betul menyita perhatian. Sampai-sampai penampilannya menjadi topik tersendiri media-media massa, di samping tentang kasusnya, dan jadi perbincangan di twitter.
Sosialita papan atas itu memoles bibirnya dengan warna ungu dan mengecat rambutnya menjadi ungu cheri seperti biasanya. Tidak tanggung-tanggung, cat rambut itu dipesan khusus dari Australia yang tentu harganya dalam bentuk dolar. Miranda mengenakan blouse atasan putih dan rok selutut yang membuatnya trendi. Baju itu dipakainya di balik baju tahanan KPK.
Ketika sidang usai, dia melapisi kembali baju itu dengan baju putih KPK. Baju tahanan KPK itu juga tidak dibiarkan apa adanya. Kerahnya dibuat bergelombang keatas menutupi lehernya, seperti menggunakan blazer, alih-alih baju tahanan. Kerah baju yang dibuat berdiri, layaknya gaya busana penyanyi Elvis Presley.
Dia mengenakan ikat pinggang hitam lebar, dan untuk bawahannya rok span selutut bermotif batik hitam dan putih dipadu sepatu hak tinggi hitam mengkilat, sehingga penampilannya saat itu lebih muda dari usianya yang sudah mencapai 63 tahun.
Muncul pertanyaan, kira-kira berapa lama ya, Miranda mengecat rambutnya dan mempercantik penampilannya sebelum mengikuti sidang di Tipikor itu? Lalu, siapa yang mendandani Miranda selama di balik bui?
Anak sulung Miranda, Winda, mengungkapkan sang Ibu tetap bisa berdandan meski di dalam penjara. "Di luar maupun di dalam (tahanan), dari dulu juga dia sendiri (perawatan). Normal-normal saja," kata Winda seperti dikutip vivanews.
Padahal seperti disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, penggunaan baju tahanan bagi semua tersangka KPK saat keluar dari rutan untuk keperluan apapun dimaksudkan untuk menimbulkan efek jera. Cara itu ingin memberi pesan agar jangan melakukan korupsi, karena yang akan malu tidak hanya dirinya, tetapi juga segenap keluarga dan keturunannya.
Alih-alih malu mengenakan baju tahanan, Miranda justru sumringah dan melambaikan tangan pada insan pers dengan penuh percaya diri. Tak sekalipun wajahnya menunduk menghindari kamera televisi. Miranda sukses mengubah baju tahanan KPK jadi busana modis, bukan baju tahanan itu yang mengubah Miranda jadi malu. Dengan penampilan Miranda bak selebriti sedang naik panggung pertunjukan itu, sepertinya misi baju tahanan KPK itu layak ditinjau ulang.
Sayangnya, di balik penampilannya yang chic itu, dalam persidangan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut mengaku tidak mengerti dengan semua dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut KPK. Padahal, kasusnya telah banyak memakan korban, mulai dari Nunun Nurbaeti yang telah diganjar hukuman 2 tahun 6 bulan, dan menyeret lebih dari 20 anggota DPR masuk ke bui. Dan sebagian dari mereka telah menyebut keterlibataan Miranda.
Miranda sah-sah saja melakukan pembelaan (eksepsi) dengan mengaku dirinya tak mengerti dengan semua dakwaan jaksa. Namun, tidak mengerti tentu berbeda maknanya dengan tidak mengakui atau tidak melakukan tindakan itu. Jadi, biarlah persidangan nanti yang akan membuktikannya.
Semoga pengadilan Tipikor mampu mengungkap siapa dalang atau sponsor cek senilai Rp 24 miliar dan motif sesungguhnya di balik kasus suap tersebut. (*)
Seperti terlihat saat persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Tipikor Jakarta Selasa (24/7/2012) penampilan dan cara berbusana benar-benar chic, bak peragawati meniti karpet merah, sehingga penampilannnya kemarin betul-betul menyita perhatian. Sampai-sampai penampilannya menjadi topik tersendiri media-media massa, di samping tentang kasusnya, dan jadi perbincangan di twitter.
Sosialita papan atas itu memoles bibirnya dengan warna ungu dan mengecat rambutnya menjadi ungu cheri seperti biasanya. Tidak tanggung-tanggung, cat rambut itu dipesan khusus dari Australia yang tentu harganya dalam bentuk dolar. Miranda mengenakan blouse atasan putih dan rok selutut yang membuatnya trendi. Baju itu dipakainya di balik baju tahanan KPK.
Ketika sidang usai, dia melapisi kembali baju itu dengan baju putih KPK. Baju tahanan KPK itu juga tidak dibiarkan apa adanya. Kerahnya dibuat bergelombang keatas menutupi lehernya, seperti menggunakan blazer, alih-alih baju tahanan. Kerah baju yang dibuat berdiri, layaknya gaya busana penyanyi Elvis Presley.
Dia mengenakan ikat pinggang hitam lebar, dan untuk bawahannya rok span selutut bermotif batik hitam dan putih dipadu sepatu hak tinggi hitam mengkilat, sehingga penampilannya saat itu lebih muda dari usianya yang sudah mencapai 63 tahun.
Muncul pertanyaan, kira-kira berapa lama ya, Miranda mengecat rambutnya dan mempercantik penampilannya sebelum mengikuti sidang di Tipikor itu? Lalu, siapa yang mendandani Miranda selama di balik bui?
Anak sulung Miranda, Winda, mengungkapkan sang Ibu tetap bisa berdandan meski di dalam penjara. "Di luar maupun di dalam (tahanan), dari dulu juga dia sendiri (perawatan). Normal-normal saja," kata Winda seperti dikutip vivanews.
Padahal seperti disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, penggunaan baju tahanan bagi semua tersangka KPK saat keluar dari rutan untuk keperluan apapun dimaksudkan untuk menimbulkan efek jera. Cara itu ingin memberi pesan agar jangan melakukan korupsi, karena yang akan malu tidak hanya dirinya, tetapi juga segenap keluarga dan keturunannya.
Alih-alih malu mengenakan baju tahanan, Miranda justru sumringah dan melambaikan tangan pada insan pers dengan penuh percaya diri. Tak sekalipun wajahnya menunduk menghindari kamera televisi. Miranda sukses mengubah baju tahanan KPK jadi busana modis, bukan baju tahanan itu yang mengubah Miranda jadi malu. Dengan penampilan Miranda bak selebriti sedang naik panggung pertunjukan itu, sepertinya misi baju tahanan KPK itu layak ditinjau ulang.
Sayangnya, di balik penampilannya yang chic itu, dalam persidangan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut mengaku tidak mengerti dengan semua dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut KPK. Padahal, kasusnya telah banyak memakan korban, mulai dari Nunun Nurbaeti yang telah diganjar hukuman 2 tahun 6 bulan, dan menyeret lebih dari 20 anggota DPR masuk ke bui. Dan sebagian dari mereka telah menyebut keterlibataan Miranda.
Miranda sah-sah saja melakukan pembelaan (eksepsi) dengan mengaku dirinya tak mengerti dengan semua dakwaan jaksa. Namun, tidak mengerti tentu berbeda maknanya dengan tidak mengakui atau tidak melakukan tindakan itu. Jadi, biarlah persidangan nanti yang akan membuktikannya.
Semoga pengadilan Tipikor mampu mengungkap siapa dalang atau sponsor cek senilai Rp 24 miliar dan motif sesungguhnya di balik kasus suap tersebut. (*)
Penulis : Ahmad Suroso
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
