Sabtu, 29 Agustus 2015

Jasman Pidanakan Jaksa Suap

Selasa, 17 Juli 2012 10:13

Jasman Pidanakan Jaksa Suap
matanews.com
Kajati Kalbar Jasman Panjaitan

 "Jajaran jaksa yang menandatangani Pakta Integritas, menuju zona bebas korupsi di daerah kita, Kejaksaaan Tinggi Kalbar. Kalau mereka menerima suap atau melakukan pemerasan, di samping dikenakan PP Nomor 53 Tahun 2011, tidak tertutup kemungkinan mereka dipidanakan," tegas Jasman Panjaitan kepada wartawan, Senin (16/7/2012).

Namun, langkah kejaksaan ini ditanggapi pesimistis oleh Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafy. "Penandatanganan PI itu sekadar simbol moralitas. Bukan jaminan korupsi tidak terjadi. Makanya, tugas masyarakat juga membantu untuk mengawasinya," tegas Uchok, kepada Tribunpontianak.co.id.

Jasman berharap PI yang sudah dilakukan bukan sekadar seremonial. Sebagai Kejati Kalbar, ia meminta semua yang menandatangani PI, Kajari, Eselon IV, Eselon II, Wakajati, dan para pejabat di Kejati Kalbar, menghayati isi dan melaksanakannya.

Jasman bersyukur di wilayah Kejati Kalbar, belum ada jaksa yang dilaporkan menerima suap atau melakukan pemerasan. Kalau pun ada, hanya yang bersifat moral seperti jaksa yang kawin lagi.
"Tapi kalau sampai menerima suap, ya kita berharap jangan pernah terjadi. Ini komitmen semuanya. Dari Menpan, bukan hanya Kejaksaan, semua instansi dalam rangka reformasi birokrasi," paparnya.

Kenapa fokus utama PI masalah korupsi, Jasman menjelaskan karena agenda pemerintah adalah pemberantasan korupsi. Sebab korupsi membebani dan merugikan masyarakat. Tak hanya korupsi, PI juga menyorot tindakan-tindakan yang tak senonoh yang dilakukan jaksa.
"Jangan sampai jaksa-jaksa keluyuran bernyanyi di pub. Saya sudah tunjukkan itu (tidak berada di sana). Suatu saat akan jalan-jalan dan mengecek ada gak orang-orang itu. Kalau teman-teman (wartawan) melihat jaksa di tempat-tempat tak senonoh, saya mohon dilaporkan. Saya akan panggil," pinta Jasman.

Usai penandatanganan PI, Jasman mengaku kesal karena Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sekadau, Mirza, tak ikut menandatanganinya. "Saya ini kesal salah satu jaksa, Kajari, tak hadir, dari Sekadau. Saya akan verifikasi dulu kenapa dia tak hadir. Apakah dia sakit, sampai hari tidak ada laporan dia sakit. Asisten Pengawasan akan mengklarifikasi, kenapa," tegasnya.

Siap Dicopat

Konsekuensi menandatangani PI disadari betul oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sintang, Moch Djumali. Ia siap dicopot dari jabatannya jika selama menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai Kajari melanggar PI dan ketentuan yang berlaku.

Halaman123456
Editor: Jamadin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas