Suriah Gelar Latihan Militer Besar
Senin, 9 Juli 2012 10:29 WIB

NET
Latihan militer tentara Suriah
Latihan militer tentara Suriah
Berita Terkait
- Polda Kalbar Gelar Pasukan
- Patung Ayah Presiden Suriah Dirobohkan Pemberontak
- Bom Kimia Suriah Siap Diledakkan
- Pasukan Yonif 123/Rajawali Siap Amankan Perbatasan
- Krisis Suriah Hilangkan 28 Ribu Manusia
- Annan Kecam Dunia Internasional Soal Suriah
- Sinai Dikepung Tank, Israel Geram
- Presiden Bashar al-Assad Bisa Jadi Mundur
- OKI Akan Kecam Suriah dan Burma
- Mesir Perkuat Pasukan di Sinai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, DAMASKUS - Angkatan Bersenjata Suriah melakukan latihan militer "skala besar" untuk menguji kemampuan "tempur dan kesiapan," menurut laporan media resmi Suriah.
Latihan itu menunjukkan Suriah mampu "mempertahankan pesisir dari kemungkinan agresi," lapor kantor berita Sana.
Ketegangan dengan Turki meningkat setelah Suriah menembak jatuh pesawat tempur Turki bulan lalu. Sementara itu, utusan PBB untuk Suriah Kofi Annan direncanakan akan berkunjung ke Damaskus Senin (9/7/2012).
Annan mengatakan Sabtu (7/7/2012) dalam komentar di surat kabar Prancis Le Monde, bahwa rencana perdamaian enam poin yang ia susun untuk Suriah, sejauh ini "gagal".
Menteri Pertahanan Suriah Jendral Dawoud Rajha termasuk salah satu pejabat tinggi yang hadir dalam latihan militer itu, menurut laporan TV Suriah.
"Angkatan Laut kami memulai manuver operasional taktis dengan peluru tajam, dan selama latihan ini roket diluncurkan," menurut laporan itu.
Latihan militer itu merupakan bagian dari pelatihan yang akan berlangsung selama beberapa hari, menurut Sana. Sebagian kalangan dari oposisi Suriah menyerukan campur tangan militer asing untuk menggeser Presiden Bashar al-Assad.
Minggu lalu, Turki menerbangkan enam pesawat tempur F-16 di dekat perbatasan dengan Suriah setelah Damaskus menerbangkan helikopter di dekat perbatasan.
Turki juga telah mengerahkan peluncur roket dan senjata antipesawat di perbatasan minggu lalu setelah Suriah menembak jatuh pesawat F-4 tanggal 22 Juni. Suriah mengatakan pesawat F-4 milik Turki ditembak jatuh di kawasan udara mereka.
Sementara itu, kerusuhan di Suriah hari Minggu menewaskan 11 orang, menurut Komite Koordinasi Lokal (LCC), jaringan aktivis yang berada di Suriah. Tiga korban tewas adalah tentara yang membelot, menurut LCC. (bbc Indonesia)
Latihan itu menunjukkan Suriah mampu "mempertahankan pesisir dari kemungkinan agresi," lapor kantor berita Sana.
Ketegangan dengan Turki meningkat setelah Suriah menembak jatuh pesawat tempur Turki bulan lalu. Sementara itu, utusan PBB untuk Suriah Kofi Annan direncanakan akan berkunjung ke Damaskus Senin (9/7/2012).
Annan mengatakan Sabtu (7/7/2012) dalam komentar di surat kabar Prancis Le Monde, bahwa rencana perdamaian enam poin yang ia susun untuk Suriah, sejauh ini "gagal".
Menteri Pertahanan Suriah Jendral Dawoud Rajha termasuk salah satu pejabat tinggi yang hadir dalam latihan militer itu, menurut laporan TV Suriah.
"Angkatan Laut kami memulai manuver operasional taktis dengan peluru tajam, dan selama latihan ini roket diluncurkan," menurut laporan itu.
Latihan militer itu merupakan bagian dari pelatihan yang akan berlangsung selama beberapa hari, menurut Sana. Sebagian kalangan dari oposisi Suriah menyerukan campur tangan militer asing untuk menggeser Presiden Bashar al-Assad.
Minggu lalu, Turki menerbangkan enam pesawat tempur F-16 di dekat perbatasan dengan Suriah setelah Damaskus menerbangkan helikopter di dekat perbatasan.
Turki juga telah mengerahkan peluncur roket dan senjata antipesawat di perbatasan minggu lalu setelah Suriah menembak jatuh pesawat F-4 tanggal 22 Juni. Suriah mengatakan pesawat F-4 milik Turki ditembak jatuh di kawasan udara mereka.
Sementara itu, kerusuhan di Suriah hari Minggu menewaskan 11 orang, menurut Komite Koordinasi Lokal (LCC), jaringan aktivis yang berada di Suriah. Tiga korban tewas adalah tentara yang membelot, menurut LCC. (bbc Indonesia)
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
