Korban Bus Tabrak Tronton Tak bisa Dirujuk
Minggu, 8 Juli 2012 13:53 WIB
Berita Terkait
- Warga Kubu Raya Tewas Tabrakan di Mandor
- Angrio Tewas Usai Menabrak Mobil
- Perusahaan Minta Kembalikan Biaya Berobat Merli
- Tersangka Supir Xenia Serahkan Diri ke Polisi
- Wawan Tewas Terlindas Dump Truck
- Tragis! Aiptu Teguh Tewas Terlindas Truk
- Juke vs Xenia, Lima Tewas
- Tragis! Mahasiswi Tewas Terlindas Mobil
- Siswi SMP Tewas Tabrakan
- Tabrakan, Anton Meninggal di Tempat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sampai saat ini masih mengalami kendala identitas atas seorang korban kecelakaan bus vs tronton, Kamis (4/7). Korban yang mengalami cidera patah kaki kanannya itu tidak bisa memberitahukan sapa dirinya.
Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Dr Rubini Mempawah, Hartati Budiarsih mengatakan kondisi pasien sebenarnya harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif lagi.
"Cideranya cukup parah, harus dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak. Namun sampai saat ini kami tidak bisa melakukannya sebab identitas pasien tidak diketahui," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (8/7/2012)
Menurutnya keadaan pasien bisa mengkahawatirkan jika tidak segera mendapt pertolongan lebih lanjut.
"Kami berharap pihak keluarga atau siapa saja yang mengenalnya bisa datang kerumah sakit untuk memberitahukan identitas Korban yang sebenarnya. Petugas kami tidak bisa melakukan pencatatan identitasnya sebab orangnya sangat lemah sekali Dan sering tidak sadarkan diri," ungkapnya
Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Dr Rubini Mempawah, Hartati Budiarsih mengatakan kondisi pasien sebenarnya harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif lagi.
"Cideranya cukup parah, harus dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak. Namun sampai saat ini kami tidak bisa melakukannya sebab identitas pasien tidak diketahui," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (8/7/2012)
Menurutnya keadaan pasien bisa mengkahawatirkan jika tidak segera mendapt pertolongan lebih lanjut.
"Kami berharap pihak keluarga atau siapa saja yang mengenalnya bisa datang kerumah sakit untuk memberitahukan identitas Korban yang sebenarnya. Petugas kami tidak bisa melakukan pencatatan identitasnya sebab orangnya sangat lemah sekali Dan sering tidak sadarkan diri," ungkapnya
Penulis : Madrosid
Editor : Jamadin
Sumber : Tribun Pontianak
