Wah! Minuman Bocah 4 Tahun Air Accu
Kamis, 5 Juli 2012 09:35 WIB
Share |
Air_Accu.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, GARUT - Patut dibilang Wow, seorang bocah bernama Nurul (4) warga Kampung Pasirmuncang, Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadikan air Accu sebagai minuman sehari-hari.

Tak hanya itu, ia juga terbiasa memakan obat nyamuk, makan sabun dan bahkan meminum minyak tanah. Namun, kondisi kesehatannya terlihat tidak terganggu.

"Kelakuan anak saya, Nurul Huda (4), sudah diketahui sejak umur dua tahun," kata ibu kandung Nurul Empol (35), saat ditemui di rumahnya, Rabu (4/7/2012).

Meskipun Nurul sudah beberapa kali makan dan minum sesuatu yang tidak seharusnya dikonsumsi, kata Empol, kondisi anaknya terlihat seperti biasa, tidak keracunan atau sakit.
Justru, jika tidak mengonsumsi barang tersebut, anak Empol terlihat lemas, bahkan menangis meminta obat nyamuk untuk dimakan, atau minum air accu.

Empol mengaku mengetahui keanehan anaknya, ketika air accu untuk peralatan mencari ikan ayah kandungnya, tiba-tiba diminum Nurul seperti minum air biasa.

Kemudian, Nurul diketahui suka makan obat nyamuk dan sabun, bahkan minum minyak tanah yang disimpan di rumah.

"Sejak usia dua tahun itu biasa makan yang aneh-aneh, tapi setelah makan anak saya tidak apa-apa, biasa saja," tuturnya.

Khawatir membahayakan kondisi kesehatan jika terus dibiarkan mengonsumsi barang-barang tersebut, orangtua Nurul akhirnya membawanya ke rumah sakit.

Melalui terapi oleh dokter dengan pemeriksaan secara rutin, ungkap Empol, anaknya beberapa hari belakangan sudah tidak mengonsumi barang berbahaya lagi.

"Selama pengobatan ini, saya sama semua tetangga terus mengawasi Nurul, takut secara sembunyi-sembunyi makan obat nyamuk atau sabun lagi," paparnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Banyuresmi Deden Kadarusman mengatakan, seorang anak yang mengonsumi barang berbahaya itu, sudah menjalani pengobatan di Puskesmas menggunakan layanan Jamkesmas.

"Tapi, kami selanjutnya akan merujuk Nurul ke rumah sakit, untuk mengetahui efek dari kebiasaan tidak normalnya itu," cetus Deden.

Editor : Jamadin
Sumber : Tribunnews