Waspada! Penipuan PNS Sambas
Rabu, 4 Juli 2012 17:38 WIB

ISTIMEWA
Ilustrasi PNS
Berita Terkait
- Kadiskes: ISPA Masih Tinggi di Sambas
- Puluhan Ribu PNS Bakal Dipangkas
- Warga Lorong Putus Khawatir Abrasi
- Rilis Novel Fenomena Kerusuhan Sambas 1999
- Luas Izin Lokasi PT SAM 7.600 Hektare
- Polsek Galing Masih Selidiki Kasus Pemukukan
- DPRD Sambas Beri Rekomendasi atas LKPj Bupati
- Peringatan Hari Jadi Sambas Dirangkai Festival Budaya…
- PNS Tak Jadi, Rp 5 Juta Melayang
- Sambas Rencana Dirikan Pabrik Sawit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sambas Kalimantan Barat mengimbau masyarakat agar berhati-hati terkait adanya modus penipuan dengan mengaku sebagai orang BKD dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang akhir-akhir ini sudah mulai meresahkan.
"Banyak guru honor yang mengaku ke kami, bahwa ada orang yang mengaku dari pegawai BKD maupun BKN yang mengatakan akan mengurusi pemberkasan bagi guru honor menjadi PNS," ujar Kabid Pengadaan dan Mutasi PNS BKD Sambas, Dedy Zulkarnain kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (4/7/2012).
Dikatakan, sebenarnya pendataan ulang bagi PNS honorer tidak ada lagi, baik kategori I dan kategori II.
"Kalaupun ada itupun ada pemberitahuan secara surat resmi melalui SKPD masing-masing. Nantinya diteruskan ke guru-guru honorer tersebut secara langsung melalui surat resmi, jadi bukan melalui telepon," katanya.
Diungkapkannya ada yang mengaku bernama Heri dan Iskandar serta Suaibi dengan nomor ponsel 085285563380 dari BKD Sambas."Padahal nama-nama tersebut tidak ada di BKD Sambas," katanya.
"Banyak guru honor yang mengaku ke kami, bahwa ada orang yang mengaku dari pegawai BKD maupun BKN yang mengatakan akan mengurusi pemberkasan bagi guru honor menjadi PNS," ujar Kabid Pengadaan dan Mutasi PNS BKD Sambas, Dedy Zulkarnain kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (4/7/2012).
Dikatakan, sebenarnya pendataan ulang bagi PNS honorer tidak ada lagi, baik kategori I dan kategori II.
"Kalaupun ada itupun ada pemberitahuan secara surat resmi melalui SKPD masing-masing. Nantinya diteruskan ke guru-guru honorer tersebut secara langsung melalui surat resmi, jadi bukan melalui telepon," katanya.
Diungkapkannya ada yang mengaku bernama Heri dan Iskandar serta Suaibi dengan nomor ponsel 085285563380 dari BKD Sambas."Padahal nama-nama tersebut tidak ada di BKD Sambas," katanya.
Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
