Martinus: Pemerintah harus Selektif Keluarkan Surat Rekomendasi
Selasa, 26 Juni 2012 18:45 WIB

NET
Antrean Panjang di SPBU jelang Kenaikan BBM
Berita Terkait
- PATRI Gelar Baksos dan Tanam Pohon
- Polisi Dalami Indikasi Penyimpangan Proyek Gedung…
- LIRA Nilai Kejari Tak Serius Tangani Kasus Korupsi
- Rosmawati: Aktivitas Koperasi Sintang Rendah
- Bupati Milton Minta Pemilik Toko Sediakan Gudang
- Hutbun Pertanyakan Keseriusan MJM Penuhi Tuntutan…
- Hotler Ajak Anak Terlibat Bangun Daerah
- Angrio Tewas Usai Menabrak Mobil
- Kehadiran Perusahaan Menimbulkan Perubahan Positif
- Kenaikan BBM dan Gaji PNS Berdampak Pada Kebutuhan…
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Desa (Kades) Gunug Mali Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang, Martinus, meminta pemerintah daerah selektif dalam mengeluarkan surat rekomendasi pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) di setiap SPBU, kepada masyarakat yang mengajukan mengatasnamakan masyarakat daerah pedalaman, Selasa (26/6/2012)
Mengigat banyaknya rekomendasi pengambilan BBM di SPBU mengatasnama masyarakat daerah pedalaman. Namun kenyataannya justru masyarakat pedalaman membeli dikios-kios pengecer di Kota.
"Kita tidak tahu di daerah kita apa atau tidak stok BBM dari pemerintah, melalui rekomendasi itu. yang jelas selama ini masyarakat kita selalu membeli BBM di kios-kios pengecer." kata Martinus, kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa.
Padahal kata Martinus berdasarkan kebijakan pemerintah daerah setiap daerah pedalaman diberikan surat rekomendasi untuk mengambil jatah BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Anehnya lanjut Martinus setiap kali masyarakat pedalaman ingin membeli minyak di SPBU justru kesulitan. Karena minyak yang disediakan di SPBU keduluan habis, diburu oleh para pengantre kios-kios pengecer di dalam Kota.
Berita selengkapnya, di edisi cetak, Rabu (28/2/2012).
Mengigat banyaknya rekomendasi pengambilan BBM di SPBU mengatasnama masyarakat daerah pedalaman. Namun kenyataannya justru masyarakat pedalaman membeli dikios-kios pengecer di Kota.
"Kita tidak tahu di daerah kita apa atau tidak stok BBM dari pemerintah, melalui rekomendasi itu. yang jelas selama ini masyarakat kita selalu membeli BBM di kios-kios pengecer." kata Martinus, kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa.
Padahal kata Martinus berdasarkan kebijakan pemerintah daerah setiap daerah pedalaman diberikan surat rekomendasi untuk mengambil jatah BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Anehnya lanjut Martinus setiap kali masyarakat pedalaman ingin membeli minyak di SPBU justru kesulitan. Karena minyak yang disediakan di SPBU keduluan habis, diburu oleh para pengantre kios-kios pengecer di dalam Kota.
Berita selengkapnya, di edisi cetak, Rabu (28/2/2012).
Penulis : Edi Hendi
Editor : Jamadin
Sumber : Tribun Pontianak
