Imelda Terpesona Budaya Thailand
Selasa, 26 Juni 2012 11:23 WIB

ISTIMEWA
KE THAILAND - Staf Manager Hotel Orchardz Pontianak bersama suami ketika berlibur ke Thailand belum lama ini
KE THAILAND - Staf Manager Hotel Orchardz Pontianak bersama suami ketika berlibur ke Thailand belum lama ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Rutinitas kerja acapkali menggerus pikiran dan kadangkala menggiring seseorang ke dalam kondisi stres. Untuk menangkal hal tersebut, refreshing ke tempat-tempat wisata merupakan obat mujarab untuk merelaksasi pikiran. Setidaknya itulah yang dilakukan Staf Manager Hotel Orchardz Pontianak, Crecencia Imelda Sungkawira, yang tetap merencanakan berlibur ke objek-objek wisata di luar negeri untuk merelaksasi jasmani dan rohani.
Imelda, sapaannya, dan sang suami sama-sama bekerja. Nyaris dalam sepekan, mereka lewati dengan bekerja. Berlibur ke luar negeri baginya efektif sebagai media melepas penat dan menyegarkan kembali pikiran. Untuk mewujudkan impian itu, mereka menabung, menyiapkan anggaran khusus yang akan digunakan untuk keperluan berlibur ke luar negeri.
Saat berlibur ke luar negeri, objek wisata yang menjadi pilihan Imelda adalah lokasi wisata yang paling terkenal dan populer di negara tersebut. Tidak hanya itu, pusat perbelanjaan dan lokasi wisata sejarah turut menjadi agenda mutlak keluarga Imelda kala melancong ke sebuah negara.
Pada Februari 2012, Imelda dan keluarganya mengunjungi Thailand. Di Thailand, Imelda berkunjung ke floating market (pasar terapung) yang terletak di Pataya, di sana semua penjual menjajakkan dagangannya di atas kapal atau perahu kecil. Imelda mengaku, begitu mengasyikkan menyaksikan fenomena etnik budaya yang masih dipertahankan oleh penduduk Thailand, sehingga menjadi satu di antara lokasi yang kerap dikunjungi wisatawan.
"Sungguh panorama tak biasa yang menarik mata saya. Nyaris sepanjang sungai penuh dengan pedagang yang didominasi ibu-ibu yang mengayuh sampannya hilir-mudik. Rata-rata yang dijual seperti buah-buahan, souvenir dan makanan," ujarnya saat ditemui Tribunpontianak.co.id di Hotel Orchardz, Jumat (22/6/2012).
Berlibur ke luar negeri ternyata tidak identik dengan mahal. Seperti yang dialami Imelda saat berlibur ke Thailand, dia dapat membawa pulang aneka belanjaan fashion di Siam Square. lantaran harganya yang murah meriah ketimbang harga barang dalam negeri. Grosir-grosir pakaian, menurutnya berjejer di pasar tersebut.
Lantaran Thailand identik dengan negara gajah putih, maka momen berlibur ke Thailand Imelda lewatkan dengan mengunjungi Thailand Zoo, lokasi wisata kebun binatang yang banyak terdapat binatang gajah putih jinak dan terlatih. Dia berdecak kagum menyaksikan langsung ukuran gajah putih, tiga kali lebih besar dari ukuran gajah di Indonesia.
Selain Thailand, Hongkong juga negara yang pernah Imelda dan keluarganya jelajahi. Baginya hal menarik dari Hongkong yakni dunia fashion-nya, dan Disney Land Hongkong sebagai objek wisata permainan anak-anak dan dewasa yang mengasyikkan.
"Saat saya dan keluarga berkunjung ke sana, bertepatan dengan momen Halloween, semua orang menggunakan kostum hantu. Sampai-sampai kita sulit membedakan antara orang dan hantu. Suasana pesta Halloween benar-benar terkonsep dan tertata apik," papar perempuan yang tinggal di Jl Karya Baru, Kompleks Pondok Pelangi, Blok D2, nomor 7 ini.
Pusat belanja di Hongkong bernama Mongkok turut menjadi rute perjalanan Imelda. Di Mongkok tersebut, kenang Imelda, pedagang berjualan berjejer yang menggelar dagangannya di lapak-lapak. Aneka barang dagangan tersedia di pasar tersebut dan barang-barangnya dapat ditawar pula. Mongkok akan ramai disesaki pengunjung dari pukul 15.00 sore hingga subuh.
Hebatnya lagi, lanjut Imelda, kala malam kendaraan roda dua dan empat tidak diperkenankan masuk ke areal Mongkok. Jadi, semua pengunjung berjalan kaki mengitari pasar tersebut.
"Nah, di jalan-jalan itu, pengunjung akan dimanjakan dengan ragam atraksi. Ada orang yang mengecat seluruh tubuhnya berwarna emas, ada tuna rungu yang bermain biola," ujarnya.
Di Disney Land, hiburan permainannya bernuansa tematik. Semua tokoh-tokoh kartun terdapat di Disney Land.
Ihwal biaya tiap perjalanan, Imelda yang mempunyai hobi traveling ini mengaku tergantung taraf hidup negara bersangkutan. Bila harga barang-barang mahal, otomatis harga makanan mahal pula. Itu artinya, dia akan lebih banyak menghabiskan uang.
"Mata uang negara dapat menentukan apakah biaya yang akan dikeluarkan sedikit atau banyak. Contohnya, di Thailand 1 Bath sama dengan sekitar Rp 1300 sedangkan bila ke Singapura 1 Dolar sama dengan sekitar Rp 7 ribu. Dari perbandingan mata uang itu, jika ke Thailand hanya dengan membawa uang Rp 1 juta sudah dapat membeli aneka barang-barang belanjaan. Namun jika ke Singapura, hanya bisa digunakan untuk makan," jelasnya.
Lalu apakah dengan berlibur pikiran menjadi refresh? Setidaknya itu sudah dirasakan Imelda dan keluarga setelah berlibur. Pikiran kembali segar dan menurutnya baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Selain itu, dengan melancong ke luar negeri, wawasan Imelda pada lokasi wisata tersebut terisi. Imelda lebih tahu gaya hidup, kebudayaan dan corak interaksi penduduk setempat. (ful/Tribun Pontianak cetak)
Imelda, sapaannya, dan sang suami sama-sama bekerja. Nyaris dalam sepekan, mereka lewati dengan bekerja. Berlibur ke luar negeri baginya efektif sebagai media melepas penat dan menyegarkan kembali pikiran. Untuk mewujudkan impian itu, mereka menabung, menyiapkan anggaran khusus yang akan digunakan untuk keperluan berlibur ke luar negeri.
Saat berlibur ke luar negeri, objek wisata yang menjadi pilihan Imelda adalah lokasi wisata yang paling terkenal dan populer di negara tersebut. Tidak hanya itu, pusat perbelanjaan dan lokasi wisata sejarah turut menjadi agenda mutlak keluarga Imelda kala melancong ke sebuah negara.
Pada Februari 2012, Imelda dan keluarganya mengunjungi Thailand. Di Thailand, Imelda berkunjung ke floating market (pasar terapung) yang terletak di Pataya, di sana semua penjual menjajakkan dagangannya di atas kapal atau perahu kecil. Imelda mengaku, begitu mengasyikkan menyaksikan fenomena etnik budaya yang masih dipertahankan oleh penduduk Thailand, sehingga menjadi satu di antara lokasi yang kerap dikunjungi wisatawan.
"Sungguh panorama tak biasa yang menarik mata saya. Nyaris sepanjang sungai penuh dengan pedagang yang didominasi ibu-ibu yang mengayuh sampannya hilir-mudik. Rata-rata yang dijual seperti buah-buahan, souvenir dan makanan," ujarnya saat ditemui Tribunpontianak.co.id di Hotel Orchardz, Jumat (22/6/2012).
Berlibur ke luar negeri ternyata tidak identik dengan mahal. Seperti yang dialami Imelda saat berlibur ke Thailand, dia dapat membawa pulang aneka belanjaan fashion di Siam Square. lantaran harganya yang murah meriah ketimbang harga barang dalam negeri. Grosir-grosir pakaian, menurutnya berjejer di pasar tersebut.
Lantaran Thailand identik dengan negara gajah putih, maka momen berlibur ke Thailand Imelda lewatkan dengan mengunjungi Thailand Zoo, lokasi wisata kebun binatang yang banyak terdapat binatang gajah putih jinak dan terlatih. Dia berdecak kagum menyaksikan langsung ukuran gajah putih, tiga kali lebih besar dari ukuran gajah di Indonesia.
Selain Thailand, Hongkong juga negara yang pernah Imelda dan keluarganya jelajahi. Baginya hal menarik dari Hongkong yakni dunia fashion-nya, dan Disney Land Hongkong sebagai objek wisata permainan anak-anak dan dewasa yang mengasyikkan.
"Saat saya dan keluarga berkunjung ke sana, bertepatan dengan momen Halloween, semua orang menggunakan kostum hantu. Sampai-sampai kita sulit membedakan antara orang dan hantu. Suasana pesta Halloween benar-benar terkonsep dan tertata apik," papar perempuan yang tinggal di Jl Karya Baru, Kompleks Pondok Pelangi, Blok D2, nomor 7 ini.
Pusat belanja di Hongkong bernama Mongkok turut menjadi rute perjalanan Imelda. Di Mongkok tersebut, kenang Imelda, pedagang berjualan berjejer yang menggelar dagangannya di lapak-lapak. Aneka barang dagangan tersedia di pasar tersebut dan barang-barangnya dapat ditawar pula. Mongkok akan ramai disesaki pengunjung dari pukul 15.00 sore hingga subuh.
Hebatnya lagi, lanjut Imelda, kala malam kendaraan roda dua dan empat tidak diperkenankan masuk ke areal Mongkok. Jadi, semua pengunjung berjalan kaki mengitari pasar tersebut.
"Nah, di jalan-jalan itu, pengunjung akan dimanjakan dengan ragam atraksi. Ada orang yang mengecat seluruh tubuhnya berwarna emas, ada tuna rungu yang bermain biola," ujarnya.
Di Disney Land, hiburan permainannya bernuansa tematik. Semua tokoh-tokoh kartun terdapat di Disney Land.
Ihwal biaya tiap perjalanan, Imelda yang mempunyai hobi traveling ini mengaku tergantung taraf hidup negara bersangkutan. Bila harga barang-barang mahal, otomatis harga makanan mahal pula. Itu artinya, dia akan lebih banyak menghabiskan uang.
"Mata uang negara dapat menentukan apakah biaya yang akan dikeluarkan sedikit atau banyak. Contohnya, di Thailand 1 Bath sama dengan sekitar Rp 1300 sedangkan bila ke Singapura 1 Dolar sama dengan sekitar Rp 7 ribu. Dari perbandingan mata uang itu, jika ke Thailand hanya dengan membawa uang Rp 1 juta sudah dapat membeli aneka barang-barang belanjaan. Namun jika ke Singapura, hanya bisa digunakan untuk makan," jelasnya.
Lalu apakah dengan berlibur pikiran menjadi refresh? Setidaknya itu sudah dirasakan Imelda dan keluarga setelah berlibur. Pikiran kembali segar dan menurutnya baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Selain itu, dengan melancong ke luar negeri, wawasan Imelda pada lokasi wisata tersebut terisi. Imelda lebih tahu gaya hidup, kebudayaan dan corak interaksi penduduk setempat. (ful/Tribun Pontianak cetak)
Penulis : Saiful Bahri
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
