Heboh! Anak Sapi Berlidah Dua
Selasa, 26 Juni 2012 16:53 WIB

Kompas.com
Anak Sapi yang memiliki dua lidah
Berita Terkait
- PKS Gelar Rapat Tertutup
- Dikaitkan Kasus Impor Sapi, Novia Ardhana Ngadu ke…
- Vitalia Ikhlas Mobilnya Disita KPK
- Kerapan Sapi Promosi Budaya
- Joki Biasa Alami Salah Urat dan Lecet
- Kuras Kantong Puluhan Juta Untuk Sapi Karapan
- Saldi Matta Diperiksa KPK
- Potong Seekor Sapi Kena Retribusi Rp 100 Ribu
- KPK Mulai Mengarah ke Menteri Pertanian
- Panitia Diminta Jaga Sapta Pesona
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KOMPAS - KLATEN - Kelahiran seekor anak sapi milik Surono menghebohkan warga Desa Tegalmas, Jogonalan, Klaten, Selasa (26/6/2012). Pasalnya, anak sapi yang baru lahir ini memiliki keanehan di bagian rongga mulut.
Kenehan itu terdapat pada rahang dan lidah, karena terdapat dua rahang dan dua lidah. Satu rahang yang ukurannya lebih kecil terdapat di dalam mulut anak sapi itu. Saat dikeluarkan dari mulut, rahang yang lebih kecil itu pun menggelantung.
Surono, pemilik sapi, menganggap sapi tersebut merupakan karunia dari Tuhan untuk dijaga.
Dengan kondisi tersebut, sapi milik Surono kesulitan untuk makan atau menyusui. Surono pun memilih untuk memberikan asupan makan an melalui suntikan. "Saya juga masih heran dengan kondisi sapi saya. Namun tidak masalah, saya akan memeliharanya," katanya.
Surono mengaku tidak mendapat firasat apa pun saat sapinya lahir dua hari lalu. Dia masih belum berpikir akan membawa ke dokter hewan untuk dioperasi.
Sementara itu, menurut salah satu petugas Dinas Peternakan Klaten, keanehan tersebut terjadi akibat tidak suksesnya pembuahan sel telur oleh sperma yang akan menjadi sapi kembar atau janin kembar. Oleh karena itu, sapi tersebut lahir tidak normal. Petugas pun menyarankan agar sapi itu dioperasi.
Kenehan itu terdapat pada rahang dan lidah, karena terdapat dua rahang dan dua lidah. Satu rahang yang ukurannya lebih kecil terdapat di dalam mulut anak sapi itu. Saat dikeluarkan dari mulut, rahang yang lebih kecil itu pun menggelantung.
Surono, pemilik sapi, menganggap sapi tersebut merupakan karunia dari Tuhan untuk dijaga.
Dengan kondisi tersebut, sapi milik Surono kesulitan untuk makan atau menyusui. Surono pun memilih untuk memberikan asupan makan an melalui suntikan. "Saya juga masih heran dengan kondisi sapi saya. Namun tidak masalah, saya akan memeliharanya," katanya.
Surono mengaku tidak mendapat firasat apa pun saat sapinya lahir dua hari lalu. Dia masih belum berpikir akan membawa ke dokter hewan untuk dioperasi.
Sementara itu, menurut salah satu petugas Dinas Peternakan Klaten, keanehan tersebut terjadi akibat tidak suksesnya pembuahan sel telur oleh sperma yang akan menjadi sapi kembar atau janin kembar. Oleh karena itu, sapi tersebut lahir tidak normal. Petugas pun menyarankan agar sapi itu dioperasi.
Editor : Jamadin
