Doa Bersama Untuk Pembantaian Landak
Selasa, 26 Juni 2012 16:11 WIB

TRIBUN PONTIANAK/ GALIH NOFRIO NANDA
Anak-anak berdoa bersama sebelum berbuka di Mesjid Agung Al-Falah Jalan H Rais A Rahman, Rabu (10/08/2011).
Anak-anak berdoa bersama sebelum berbuka di Mesjid Agung Al-Falah Jalan H Rais A Rahman, Rabu (10/08/2011).
Berita Terkait
- PPA: Perselingkuhan Rentan KDRT
- Lanjutkan Pembangunan, PN Usulkan Dana Rp 1,25 M
- Dayak Salako Nyarumkop Gelar Sembayang Padi
- Kemenag Landak Terbitkan Kartu ID Pendeta
- Hipmi Minta Satgas Pamtas Tegas
- Warga Kubu Raya Tewas Tabrakan di Mandor
- Ribuan Umat Katolik Putussibau Hadiri Misa Perdana
- KPU Temukan Bacaleg Belum 21 tahun
- Panitia Naik Dango Asuransikan Peserta Balap
- Siswa SD Bruder Melati Doa Salam Maria
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Majelis Kerajaan Nasional Kalbar (MKNKB) merupakan wadah berhimpunnya kerajaan-kerajaan yang ada di Kalimantan Barat dalam upaya membangun kebersamaan dan melestarikan serta mengembangkan adat istiadat dan budaya kraton, bersama pemerintah, pengusaha dan masyarakat.
Sejumlah agenda kegiatan adat dan budaya telah Majelis Kerajaan Nasional Kalbar dan akan dilakukan secara terus-menerus oleh para pewaris kerajaan yang ada di masing-masing daerah. Ada upacara Robo-robo di Mempawah Kabupaten Pontianak dan Karangan.
Selanjutnya ritual Tumpang Negeri di Kabupaten Landak setiap 21 dan 24 Juni, Festival Farajek Pesaka Negeri di Sanggau 27 Juni, Maulud Agung di Pontianak, Festival Kraton Matan di Kabupaten Ketapang dan Peringatan Hari Berkabung Daerah (HBD) setiap 28 Juni.
Dalam rangka tetap melestarikan apa yang terjaga tersebut, tahun ini, Panitia Farajek dan MKNKB akan menyelenggarakan Tahlillan di Istana Surya Negara Sanggau tepatnya Rabu (27/6/2012) malam guna mengenang dan mendoakan para Raja,Kerabat kerajaan dan masy Kalbar umumnya yg menjadi korban Genoside dan kejahatan perang Jepang.
Hal tersebut diungkapkan ketua Majelis Kerajaan Nasional Kalbar Gusti Suryansyah melalui rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id, Selasa (26/6/2012). Kegiatan ini dilaksanakan agar arwah mereka diterima di tempat yang terbaik di sisi Allah sebagai Syuhada.
Seperti diketahui pembantaian di Kabupaten Landak terjadi selama tiga tahun yakni 1942 hingga 1945. Tercatat sedikitnya 21.037 jiwa melayang akibat pembantaian yang dilakukan oleh tentara Jepang tersebut, mereka terdiri dari kerabat keraton, masyarakat Dayak, Jawa dan masyarakat etnis lainya di wilayah ini.
Namun diyakini ada sekitar 50 nyawa melayang akibat pembantaian yang dilakukan oleh Jepang tersebut.
Sejumlah agenda kegiatan adat dan budaya telah Majelis Kerajaan Nasional Kalbar dan akan dilakukan secara terus-menerus oleh para pewaris kerajaan yang ada di masing-masing daerah. Ada upacara Robo-robo di Mempawah Kabupaten Pontianak dan Karangan.
Selanjutnya ritual Tumpang Negeri di Kabupaten Landak setiap 21 dan 24 Juni, Festival Farajek Pesaka Negeri di Sanggau 27 Juni, Maulud Agung di Pontianak, Festival Kraton Matan di Kabupaten Ketapang dan Peringatan Hari Berkabung Daerah (HBD) setiap 28 Juni.
Dalam rangka tetap melestarikan apa yang terjaga tersebut, tahun ini, Panitia Farajek dan MKNKB akan menyelenggarakan Tahlillan di Istana Surya Negara Sanggau tepatnya Rabu (27/6/2012) malam guna mengenang dan mendoakan para Raja,Kerabat kerajaan dan masy Kalbar umumnya yg menjadi korban Genoside dan kejahatan perang Jepang.
Hal tersebut diungkapkan ketua Majelis Kerajaan Nasional Kalbar Gusti Suryansyah melalui rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id, Selasa (26/6/2012). Kegiatan ini dilaksanakan agar arwah mereka diterima di tempat yang terbaik di sisi Allah sebagai Syuhada.
Seperti diketahui pembantaian di Kabupaten Landak terjadi selama tiga tahun yakni 1942 hingga 1945. Tercatat sedikitnya 21.037 jiwa melayang akibat pembantaian yang dilakukan oleh tentara Jepang tersebut, mereka terdiri dari kerabat keraton, masyarakat Dayak, Jawa dan masyarakat etnis lainya di wilayah ini.
Namun diyakini ada sekitar 50 nyawa melayang akibat pembantaian yang dilakukan oleh Jepang tersebut.
Penulis : Bowo
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
