Perhatian Pembangunan Perbatasan Minim
Kamis, 21 Juni 2012 18:35 WIB
Berita Terkait
- PATRI Gelar Baksos dan Tanam Pohon
- Polisi Dalami Indikasi Penyimpangan Proyek Gedung…
- LIRA Nilai Kejari Tak Serius Tangani Kasus Korupsi
- Rosmawati: Aktivitas Koperasi Sintang Rendah
- Bupati Milton Minta Pemilik Toko Sediakan Gudang
- Hutbun Pertanyakan Keseriusan MJM Penuhi Tuntutan…
- Hotler Ajak Anak Terlibat Bangun Daerah
- Angrio Tewas Usai Menabrak Mobil
- Kehadiran Perusahaan Menimbulkan Perubahan Positif
- Polres Sintang Amankan Ratusan Kayu Tanpa Dokumen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Anggota DPRD Sintang Heri Jambri menyatakan kurangnya perhatian pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan. Ini disebabkan juga rendahnya koordinasi dari pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, misalnya terkait perencanaan pembangunan.
Namun kata Heri, saat ini daerah yang memiliki kawasan perbatasan patut bersyukur, pasalnya perhatian pemerintah pusat mulai mengalami peningkatan. "Pada tingkat anggaran sudah jauh lebih besar. Yang pasti masalah perbatasan memang sudah menjadi isu nasional," ungkapnya diruang Kerjanya, Kamis (21/6/2012)
Sebelumnya, Bupati Sintang Milton Crosby menilai perhatian pemerintah pusat terhadap perbatasan belum maksimal. Milton mengibaratkan kalau masuk rumah, pemerintah baru melihat-lihat pintu. Belum membukanya. Dengan sikap seperti itu maka praktis upaya mempercepat kesejahteraan masyarakat diperbatasan akan lambat.
Menanggapi pernyataan itu, Heri mengatakan dalam membangun daerah tertinggal seperti Sintang yang penting dilakukan ialah melibatkan daerah secara maksimal. Pemerintah pusat katanya, memang harus menjadikan daerah sebagai tumpuan. Untuk itu, katanya, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dengan daerah.
Namun kata Heri, saat ini daerah yang memiliki kawasan perbatasan patut bersyukur, pasalnya perhatian pemerintah pusat mulai mengalami peningkatan. "Pada tingkat anggaran sudah jauh lebih besar. Yang pasti masalah perbatasan memang sudah menjadi isu nasional," ungkapnya diruang Kerjanya, Kamis (21/6/2012)
Sebelumnya, Bupati Sintang Milton Crosby menilai perhatian pemerintah pusat terhadap perbatasan belum maksimal. Milton mengibaratkan kalau masuk rumah, pemerintah baru melihat-lihat pintu. Belum membukanya. Dengan sikap seperti itu maka praktis upaya mempercepat kesejahteraan masyarakat diperbatasan akan lambat.
Menanggapi pernyataan itu, Heri mengatakan dalam membangun daerah tertinggal seperti Sintang yang penting dilakukan ialah melibatkan daerah secara maksimal. Pemerintah pusat katanya, memang harus menjadikan daerah sebagai tumpuan. Untuk itu, katanya, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dengan daerah.
Penulis : Edi Hendi
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
