• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Miniatur Kapal Bandong Souvenir Pejabat

Rabu, 20 Juni 2012 10:43 WIB
Miniatur Kapal Bandong Souvenir Pejabat
ISTIMEWA
Presiden SBY Saat mengamati miniatur Kapal Bandong asal Kabupaten Sanggau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indonesia merupakan negara yang amat kaya akan budaya dan seni. Satu di antaranya yaitu seni kerajinan tangan. Kerajinan tangan pun banyak sekali, termasuk miniatur kapal bandong yang begitu indah. Keindahan desain kapal bandong menjadi ilham M Riva'i Navis (72) untuk menggelutinya sejak ia remaja.

Ketertarikan pada pembuatan miniatur kapal bandong ini karena nilai artistik dan tingkat kesulitan yang tinggi. Untuk Membuat miniatur kapal ini diperlukan ketelatenan dan kecermatan untuk menjadi acuan kualitas produk yang tinggi.

Ketalatenan M Riva'i inilah yang membuat miniatur kapal bandong menjadi suvenir wisata unggulan khas Kabupaten Sanggau.

Tidak jarang miniatur ini menjadi kado istimewa, hadiah, maupun cinderamata pengikat perkenalan, teman, bahkan tamu pejabat.
Bupati Sanggau, H Setiman H Sudin misalnya. Sebagai orang nomor satu di Bumi Daranante, setiap kedatangan tamu atau melakukan kunjungan ke daerah lain, bupati selalu berbekal minatur kapal ini.

Kapal Bandong merupakan alat transportasi orang hulu di zaman dulu. Miniatur kapal inilah yang sering dihadiahkan atau menjadi cinderamata pada sang tamu pejabat. Tidak terhitung pejabat tinggi yang sudah dihadiahi bupati dalam setiap kunjungan atau tamu yang berkunjung ke Kabupaten Sanggau.

Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara langsung telah menerima cinderamata ini dari sang Bupati. Tamu lainnya, seperti Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, dan banyak pejabat tinggi negara lainnya.
"Kita bangga bisa memberikan cinderamata ini ke Pak Presiden. Hal ini akan mengingatkan beliau akan Kabupaten Sanggau," tutur Bupati Setiman, belum lama ini.

Dijelaskan bupati, kapal bandong ini merupakan alat transportasi tradisional sungai zaman dulu dan bisa beragam fungsi. "Kapal ini bisa jadi toko, alat angkutan juga, dan tempat berdagang.
Sebagai alat angkutan barang yang murah, dan tidak merusak jalan, jadi ingat ke zaman dahulu," kata Bupati.

Terlepas dari sejarah tersebut, bupati mengaku ingin kapal bandong menjadi ikon bagi daerah. Tujuannya, ketika ada tamu yang datang atau ketika bupati melakukan kunjungan daerah melihat miniatur kapal bandong, orang akan mengingat
Kabupaten Sanggau. "Kita ingin kapal ini jadi ikon daerah," ujarnya.

Upaya memperkenalkan ikon diperlihatkan bupati ketika miniatur kapal ini diletakkan di dalam ruang kantornya. Begitupun di rumah, bupati mengoleksi satu miniatur kapal motor bandong ini. "Saya di rumah ada satu, di kantor juga ada," terangnya.
Penulis: Haryanto
Editor: Jamadin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas