Hah! Perusahaan Ketapang Rusak Jalan?
Selasa, 12 Juni 2012 13:23 WIB

TRIBUN PONTIANAK/ALI ANSHORI
Ilustrasi pungli dikawasan jalan rusak
Ilustrasi pungli dikawasan jalan rusak
Berita Terkait
- Badan Kehormatan Pastikan PAW Anggota DPRD
- Waduh, Sehari AN Telan 60 Pil Code
- Paryadi Apresiasi Perkembangan Untan
- Rihi: RSUD Tidak Alergi Dikoreksi
- Semua Pendatang Harus Lapor
- Bentuk Forum Komunikasi RT RW
- Erry: 60 Warga RRC Mengantongi Visa Kunjungan
- Curah Hujan Tinggi, Kerusakan Jalan Semakin Parah
- Eko Semalaman Tak Bisa Tidur
- Yusuf Berharap Tambahan Hadiah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Anggota DPRD Ketapang Samsidi, menuding mobil pengakut CPO milik perusahaan perkebunan, adalah sebagai penyebab utama terjadinya kerusakan jalan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, satu diantaranya yang terjadi pada ruas jalan Ketapang-Nanga Tayap.
"Memang perusahaan perkebunan di Ketapang ini banyak menimbulkan masalah, mereka banyak yang merusak jalan negara, seperti yang terjadi pada Desa Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap-Ketapang itu banyak kendaraan perusahaan yang melintasinya, sehingga menjadi rusak," kata Samsidi, Selasa (12/6/2012).
Tudingan itupun disampaikan Samsidi kepada perusahaan perkebunan, PT Angro Lestari yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya akibat kerusakan yang terjadi tidak jarang kendaraan yang melintas harus amblas di tengah jalan.
"Tolong masalah jalan ini diperhatikan benar-benar, perusahaan jangan hanya bisa merusak jalan saja namun tidak bisa memperbaiki, persoalan semacam ini sebenarnya sudah berlangsung lama, pemerintah capek-capek bangun jalan malah mereka yang merusak," katanya.
"Memang perusahaan perkebunan di Ketapang ini banyak menimbulkan masalah, mereka banyak yang merusak jalan negara, seperti yang terjadi pada Desa Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap-Ketapang itu banyak kendaraan perusahaan yang melintasinya, sehingga menjadi rusak," kata Samsidi, Selasa (12/6/2012).
Tudingan itupun disampaikan Samsidi kepada perusahaan perkebunan, PT Angro Lestari yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya akibat kerusakan yang terjadi tidak jarang kendaraan yang melintas harus amblas di tengah jalan.
"Tolong masalah jalan ini diperhatikan benar-benar, perusahaan jangan hanya bisa merusak jalan saja namun tidak bisa memperbaiki, persoalan semacam ini sebenarnya sudah berlangsung lama, pemerintah capek-capek bangun jalan malah mereka yang merusak," katanya.
Penulis : Ali Anshori
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
