Kalbar Miliki Kampung Budaya
Senin, 4 Juni 2012 23:32 WIB

TRIBUN PONTIANAK/MUHAMMAD ARIEF PRAMONO
KAMPUNG BUDAYA - Cornelis berdialog dengan pihak kontraktor saat pemancangan tiang pertama Perkampungan Budaya Kalbar, Senin (4/6). TRIBUN/ARIEF
KAMPUNG BUDAYA - Cornelis berdialog dengan pihak kontraktor saat pemancangan tiang pertama Perkampungan Budaya Kalbar, Senin (4/6). TRIBUN/ARIEF
Berita Terkait
- Nilai UN Tertinggi Kalbar, Fajar Cita-cita Jadi Dokter
- Zulfadhli Mundur dari Ketua PSSI Kalbar
- PATRI Gelar Baksos dan Tanam Pohon
- Lestarikan Budaya Melalui Temu Karya Seni
- Kasubag Protokol Setwan Kalbar Minta Perlindungan…
- Badan Kehormatan Pastikan PAW Anggota DPRD
- Pemprov: Pemda Harus Kirim Utusan di Apresiasi PTK…
- Putra Setia Wakili Kalbar di POPNAS Jakarta
- Korem Terima Tim Verifikasi Kodam XII/TPR
- Muslim: Tim Voli Putri Kurang Perhatian Pemkab Sanggau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar, Cornelis memancangkan tiang pertama pembangunan Perkampungan Budaya Kalbar di Jl Sutan Syahrir, Kota Pontianak, Senin (4/6/2012). Perkampungan Budaya nantinya bakal menjadi satu di antara ikon Kalbar.
Keberadaan Perkampungan Budaya ini menurut Cornelis menjadi bukti keberagaman masyarakat Kalbar. Di provinsi ini dapat hidup berbagai kelompok dan golongan secara berdampingan. "Mari kita berpikir sebagai orang Indonesia yang terdiri dari macam-macam suku bangsa," ajaknya.
Perkampungan Budaya, kata Cornelis, adalah kebutuhan bangsa Indonesia hingga 100 atau 150 tahun ke depan. Indonesia akan menjadi negara moderen tanpa meninggalkan jatidiri kebudayaannya yang beragam.
Cornelis mengambil contoh negara Malaysia yang dapat maju, dengan memberi kesempatan semua kebudayaan tumbuh bersama. "Jika kita ke Sarawak. Di sana ada perkampungan Melayu, perkampungan Jawa, perkampungan Dayak. Ada semua, lengkap," katanya.
Indonesia adalah negara berasaskan Pancasila, yang menghargai perbedaan suku bangsa di dalamnya. Jika tidak ada sikap saling menghargai dan saling menghormati antarkelompok dan golongan, maka Indonesia ini bakal bubar.
Perkampungan Budaya ini yang anggaran pembangunannya ada di Dinas Pekerjaan Umum Kalbar ini, setelah selesai bakal dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, setelah SKPD Kalbar baru nanti terbentuk.
Keberadaan Perkampungan Budaya ini menurut Cornelis menjadi bukti keberagaman masyarakat Kalbar. Di provinsi ini dapat hidup berbagai kelompok dan golongan secara berdampingan. "Mari kita berpikir sebagai orang Indonesia yang terdiri dari macam-macam suku bangsa," ajaknya.
Perkampungan Budaya, kata Cornelis, adalah kebutuhan bangsa Indonesia hingga 100 atau 150 tahun ke depan. Indonesia akan menjadi negara moderen tanpa meninggalkan jatidiri kebudayaannya yang beragam.
Cornelis mengambil contoh negara Malaysia yang dapat maju, dengan memberi kesempatan semua kebudayaan tumbuh bersama. "Jika kita ke Sarawak. Di sana ada perkampungan Melayu, perkampungan Jawa, perkampungan Dayak. Ada semua, lengkap," katanya.
Indonesia adalah negara berasaskan Pancasila, yang menghargai perbedaan suku bangsa di dalamnya. Jika tidak ada sikap saling menghargai dan saling menghormati antarkelompok dan golongan, maka Indonesia ini bakal bubar.
Perkampungan Budaya ini yang anggaran pembangunannya ada di Dinas Pekerjaan Umum Kalbar ini, setelah selesai bakal dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, setelah SKPD Kalbar baru nanti terbentuk.
Penulis : M Arief Pramono
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
