A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Lukisan Kandar Gambarkan Penari Dayak Modern - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribun Pontianak
Home » Budaya » Dayak

Lukisan Kandar Gambarkan Penari Dayak Modern

Selasa, 22 Mei 2012 22:39 WIB
Lukisan Kandar Gambarkan Penari Dayak Modern
TRIBUN PONTIANAK/RIHARD NELSON SILABAN
SENIMAN - Seniman gandar dengan lukisan karya seninya, Selasa (22/5/2012)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Iskandar alias Gandar akhirnya berhasil menyelesaikan karya seni lukis kanvasnya. Ia menggambar bagaimana penari Dayak yang kini hidup di era globalisasi.

Inspirasi ini didapat Gandar dari insting seorang seniman yang sudah berkarirnya selama kurang lebih 10 tahun menjadi seniman Dayak. Itu juga dijadikan kritikan kepada masyarakat bahwa seni budaya Dayak dalam tantangan era globalisasi.

Perhatian pemerintah terhadap pelestarian seni budaya Dayak khususnya, dirasakan Iskandar alias Gandar belum maksimal. "Lukisan saya ini menceritakan bagaimana penari Dayak di era globalisasi. Yang saat ini hampir punah, saya ingin menggugah kepada kita untuk melestarikannya," kata Gandar, dari Sanggar Flamboyan kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (22/5/2012).

Ia mengaku telah menghasilkan beberapa karya seni baik melukis, seni pahat, dan lainnya. Seni pahat adalah keahlian khususnya yang sejak awal ditekuninya menjadi seniman.

"Kalau untuk hasil seni pahat sudah banyak, lebih puluhan patung. Seperti senjata Tangkint', senjata ciri khas Dayak Selakau, Bekatir, dan Kanayatn. Yang dipergunakan untuk senjata perang. Harganya sekitar Rp 400 ribu," ujarnya.

Lalu hasil karya lainnya, Tiang Sangdung yang dihargai mencapai Rp 60 juta oleh pecinta seni asal negeri Malaysia. Untuk membuat patung tersebut membutuhkan waktu lama, bisa mencapai tiga bulan. Sementara karyanya jika dijual didalam negeri, kurang dihargai (nilai).
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
17105 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas