Minggu, 23 November 2014
Tribun Pontianak
Home » Budaya » Dayak

Lukisan Kandar Gambarkan Penari Dayak Modern

Selasa, 22 Mei 2012 22:39 WIB

Lukisan Kandar Gambarkan Penari Dayak Modern
TRIBUN PONTIANAK/RIHARD NELSON SILABAN
SENIMAN - Seniman gandar dengan lukisan karya seninya, Selasa (22/5/2012)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Iskandar alias Gandar akhirnya berhasil menyelesaikan karya seni lukis kanvasnya. Ia menggambar bagaimana penari Dayak yang kini hidup di era globalisasi.

Inspirasi ini didapat Gandar dari insting seorang seniman yang sudah berkarirnya selama kurang lebih 10 tahun menjadi seniman Dayak. Itu juga dijadikan kritikan kepada masyarakat bahwa seni budaya Dayak dalam tantangan era globalisasi.

Perhatian pemerintah terhadap pelestarian seni budaya Dayak khususnya, dirasakan Iskandar alias Gandar belum maksimal. "Lukisan saya ini menceritakan bagaimana penari Dayak di era globalisasi. Yang saat ini hampir punah, saya ingin menggugah kepada kita untuk melestarikannya," kata Gandar, dari Sanggar Flamboyan kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (22/5/2012).

Ia mengaku telah menghasilkan beberapa karya seni baik melukis, seni pahat, dan lainnya. Seni pahat adalah keahlian khususnya yang sejak awal ditekuninya menjadi seniman.

"Kalau untuk hasil seni pahat sudah banyak, lebih puluhan patung. Seperti senjata Tangkint', senjata ciri khas Dayak Selakau, Bekatir, dan Kanayatn. Yang dipergunakan untuk senjata perang. Harganya sekitar Rp 400 ribu," ujarnya.

Lalu hasil karya lainnya, Tiang Sangdung yang dihargai mencapai Rp 60 juta oleh pecinta seni asal negeri Malaysia. Untuk membuat patung tersebut membutuhkan waktu lama, bisa mencapai tiga bulan. Sementara karyanya jika dijual didalam negeri, kurang dihargai (nilai).

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas