Sentuhan Hati Raisa
Karya Raisa relatif berbeda. Ia fokus kualitas seni musiknya melalui pendekatan hati.
Pelantun Apalah (Arti Menunggu) ini lebih nyaman, tampil wajar dan enak dilihat saat mengenakan busana atau asesoris lainnya.
"Saya tak mau pakai baju terbuka," ujar Raisa di Makassar, Jumat (11/5/2012). Artis kelahiran Jakarta, 6 Juni 1990 ini pun tak terpukau gemerlap ajang kontes-kontes ratu kecantikan.
"Passion saya sejak dulu di musik. Tujuan saya di musik saja," tuturnya. Begitu cintanya dengan musik, solois pendatang baru di industri musik Indonesia ini segera merilis album terbarunya tahun ini.
Penyanyi yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Bina Nusantara Internasional ini, juga telah memiliki single terbaru bertajuk Could it Be. Lagu yang bertema cinta, namun lebih ceria dibanding dua single pertamanya tahun lalu.
Karya Raisa relatif berbeda. Ia fokus kualitas seni musiknya melalui pendekatan hati. "Ya, pasti ingin menyentuh hati orang, paling dekat cinta. Selama aku punya karakter, InsyaAllah ada saja yang dengar. Jadi, fokus saja membuat karya bagus," tegasnya.
Raisa tumbuh melalui teknik olah vokal otodidak dari lagu-lagu yang didengar. Ia mengkolaborasi gaya bernyanyi dari musisi-musisi favoritnya.
Raisa ter-influence Brian McKnight, India Arie, Stevie Wonder, JoJo, Joss Stone, Alicia Keys, James Ingram, Mariah Carey sampai Whitney Houston.
Ia mengawali karirnya saat berusia tiga tahun. Lagu pertama yang dinyanyikan, bertitel A Whole New World, soundtrack film kartun Aladdin. (tribun pontianak edisi cetak)