Flamboyan Tetap Pasar Tradisional
Kamis, 10 Mei 2012 23:09 WIB

TRIBUN PONTIANAK/ GALIH NOFRIO NANDA
Kondisi pasar flamboyan yang kumuh
Kondisi pasar flamboyan yang kumuh
Berita Terkait
- Bupati Milton Minta Pemilik Toko Sediakan Gudang
- Produk Malaysia Marak di Singkawang
- Ratusan Pedagang Tandatangan Dukung Pembangunan Pasar…
- HKTI Kalbar: Akiang Punya Jasa Besar
- HKTI Kalbar Dampingi Pemilik Ruko Pasar Flamboyan
- Polisi dan Satpol PP Amankan Pembongkaran Ruko
- Pembongkaran Ruko Dikawal Satpol PP
- Pansus DPRD Sidak Pasar Sungai Pinyuh
- Wako Serahkan DAK-2 dan DP4
- Hari Ini Polresta Gelar Rekontruksi Pembunuhan Juru…
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Sutarmidji menegaskan penataan dan pengelolaan pasar tradisional termasuk Flamboyan akan bernuansa modern. Meski demikian renovasi tak akan merubah prinsip pasar tradisional.
"Kita tak akan mengubah prinsip pasar tradisional tetapi hanya nuansanya yang kita ubah. Kita akan konsepkan bernuansa modern namun prinsip dasarnya yang tradisional tetap dipertahankan," ungkapnya saat diskusi penataan dan pengelolaan pasar tradisional di Kota Pontianak di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura, Kamis (10/5/2012).
Ia mengatakan Pasar Flamboyan yang akan direnovasi diharapkan bisa bersaing dengan supermarket yang semakin berkembang. Oleh sebab itu dilakukan pembenahan baik dari segi bangunan fisik, penataan pedagang, kios-kios, hingga los agar lebih tertata sehingga pasar menjadi lebih baik.
"Kita bangun Pasar Flamboyan, kita tinggalkan pertikaian yang ada. Kita bangun saja karena ini untuk kepentingan umum," tegasnya.
Menurutnya pembangunan Pasar Flamboyan yang akan dilaksanakan pada 2012 menggunakan pendapatan dari Pasar Flamboyan itu sendiri. "Dengan pembangunan model seperti ini, pedagang mendapatkan keuntungan. Misalnya saja ruko dari pemerintah seharga Rp 900 juta namun harga jualnya Rp 1,5 miliar bahkan bisa Rp 1,8 miliar," ungkap Midji.
Sedangkan kios yang harganya Rp 50 juta hingga Rp 60 juta dari pemerintah nanti jika selesai harganya bisa mencapai Rp 120 juta. Sementara los dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 6 juta harga jualnya bisa mencapai Rp 12 juta.
"Kita tak akan mengubah prinsip pasar tradisional tetapi hanya nuansanya yang kita ubah. Kita akan konsepkan bernuansa modern namun prinsip dasarnya yang tradisional tetap dipertahankan," ungkapnya saat diskusi penataan dan pengelolaan pasar tradisional di Kota Pontianak di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura, Kamis (10/5/2012).
Ia mengatakan Pasar Flamboyan yang akan direnovasi diharapkan bisa bersaing dengan supermarket yang semakin berkembang. Oleh sebab itu dilakukan pembenahan baik dari segi bangunan fisik, penataan pedagang, kios-kios, hingga los agar lebih tertata sehingga pasar menjadi lebih baik.
"Kita bangun Pasar Flamboyan, kita tinggalkan pertikaian yang ada. Kita bangun saja karena ini untuk kepentingan umum," tegasnya.
Menurutnya pembangunan Pasar Flamboyan yang akan dilaksanakan pada 2012 menggunakan pendapatan dari Pasar Flamboyan itu sendiri. "Dengan pembangunan model seperti ini, pedagang mendapatkan keuntungan. Misalnya saja ruko dari pemerintah seharga Rp 900 juta namun harga jualnya Rp 1,5 miliar bahkan bisa Rp 1,8 miliar," ungkap Midji.
Sedangkan kios yang harganya Rp 50 juta hingga Rp 60 juta dari pemerintah nanti jika selesai harganya bisa mencapai Rp 120 juta. Sementara los dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 6 juta harga jualnya bisa mencapai Rp 12 juta.
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
