IHSG Rawan Merosot Hingga Penutupan
Dengan begitu, tampaknya IHSG masih cukup rawan untuk melemah pada sisa perdagangan hari ini
Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 1,7 miliar lot saham senilai Rp 2,2 triliun dengan total transaksi sebanyak 66819 kali. Tercatat juga sebanyak 43 saham naik, 207 saham turun, dan 62 saham stagnan.
Pelemahan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor properti dan infrastruktur, dimana masing-masing indeks tercatat turun 1,94% dan 1,64%, kata Sutopo Widodo, Branch Manager Universal Sekuritas Pontianak.
"Penutupan perdagangan sesi I hari ini akhirnya berakhir merosot tajam. Sentimen negatif dari Eropa tampak cukup kuat hari ini, akibat adanya kekacauan politik di Yunani," ujarnya, Rabu (9/5/2012).
Menurut Sutopo, kekhawatiran terhadap gagalnya Yunani memenuhi kebijakan pengetatan fiskal Uni Eropa terus meningkat, dimana Yunani terancam keluar dari keanggotan zona Euro dan Uni Eropa.
"Dengan begitu, tampaknya IHSG masih cukup rawan untuk melemah pada sisa perdagangan hari ini. Support terdekat diperkirakan berada di kisaran 4120 dan 4100," pungkasnya