Rabu, 29 Juli 2015

Dumisani Aktivis Antipemerkosaan

Selasa, 8 Mei 2012 14:00

Dumisani Aktivis Antipemerkosaan
Dumisasi Rebombo

Pemerkosaan, dan kejahatan seksual di Afrika Selatan, telah menjadi wabah menakutkan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh organisasi masyarakat setempat, setiap 28 detik seorang wanita diperkosa di sana.

Kejamnya, kini hal itu dianggap sebagai hal yang lumrah, meskipun sebuah video dari pemerkosaan brutal terhadap seorang remaja cacat mental beredar di internet bulan lalu.

Terpanggil untuk mengubah takdir bangsanya, Dumisani tampil ke permukaan, bertekad menghapus kekerasan seksual di tanah kelahirannya untuk selama-lamanya, untuk menebus dosa masa lalunya.

Ia pun mengisahkan kembali sekelumit masa-masa terkelam di kehidupannya, yang penuh dengan kekerasan, yang luar biasa. Saat itu ia masih berusia 15 tahun, ketika, teman sebanyanya, mengejeknya dengan panggilan bencong, lantaran ia belum juga memiliki kekasih. Dan tidak seperti layaknya anak laki-laki di desanya, Blinkwater, yang mengembalakan ternak setelah pulang sekolah, Dumisani, biasanya langsung membantu kakak perempuannya selepas pulang sekolah.

"Bencong," ujar anak-anak desa mencemooh dan menantang Dumisani membuktikan kejatanannya.

Untuk membuktikan ia adalah seorang lelaki tulen, teman-temannya menantang dirinya untuk melakukan seks dengan seorang perempuan, secara paksa.
Dua orang temannya, kemudian, telah memilih seorang gadis remaja untuk menjadi target, ia adalah seorang gadis yang pintar melebihi teman-teman di sekolahnya.

Awalnya Dumisani menolak tantangan itu, namun ia menyerah pada tekanan teman sebayanya. "Saya sangat takut karena saya belum pernah berhubungan seks sebelumnya," ujarnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (8/4/2012).

Halaman123
Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas