Petani Bawa Hand Traktor ke DPRD

Lahan subur kita terbengkalai menjadi lahan tidur yang tidak produktif, karena keterbatasan peralatan yang dipergunakan oleh petani

Tayang:
Penulis: Ali Anshori | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sebanyak 100 petani penerima pinjaman program gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K) Ketapang, mendatangi gedung DPRD Ketapang, Senin (7/5/2012). Kehadiran petani ini untuk menyampaikan aspirasi kepada DPRD atas nasib yang mereka alami.

Ada enam kecamatan yang tergabung dalam aksi tersebut, diantaranya dari, Kecamatan Muara Pawan, matan Hilir Selatan, Kendawangan, delta pawan, dan benua kayong dan kecamatan Matan Hilir Utara.

Pada saat ke DPRD petani GP3K ini membawa serta peralatan pertanian dan hasil panen mereka, diantaranya 10 karung beras, 10 unit hand traktor dan 3 unit mesin perontok padi.

Petani perwakilan Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), Hartono, mengatakan, petani saat ini hanya bisa termangu di lahannya karena tidak bisa mendapatkan solar bersubsidi yang menjadi hak mereka untuk mengolah dan mengoperasionalkan peralatan.

"Lahan subur kita terbengkalai menjadi lahan tidur yang tidak produktif, karena keterbatasan peralatan yang dipergunakan oleh petani, karena mereka tidak bisa mendapatkan BBM" kata Hartono, saat menyampaikan aspirasinya, Senin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved