PEKA Miris Pencabulan Sambas

Kalau kita lihat sebagian besar dari wilayah Singbebas masih didominasi dari Sambas, dan kita harap ini harus menjadi perhatian yang serius

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua LBH Peduli Keluarga (PEKA) Kalbar Rosita Nengsih mengatakan, saat ini jumlah kasus cabul di Kabupaten Sambas semakin mengkhawatirkan.

"Kalau kita lihat sebagian besar dari wilayah Singbebas masih didominasi dari Sambas, dan kita harap ini harus menjadi perhatian yang serius. Padahal kita ketahui sanksi dari UU Perlindungan Anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga cukup berat rata-rata diatas 15 tahun," ujar Rosita Nengsih kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (4/5/2012).

Diungkapkannya, kasus pencabulan yang sering terjadi antara ayah dan anak kandung sendiri ini termasuk inzet atau hubungan sedarah. "Mungkin cukup banyak kasus-kasus pencabulan yang belum terungkap karena banyak yang enggan melapor, karena pelakunya merupakan orang terdekat," katanya.

"Kita mengharapkan peran kepala desa dan RT sebagai ujung tombak dalam mendeteksi setiap permasalahan ditengah masyarakat termasuk pencabulan, kepala desa atau RT bisa melakukan pelaporan langsung kepada pihak berwajib maupun kepada kami," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved