Pembunuh Kepala Kantor Pos 6 Orang
Arifin mengatakan, pada saat perampokan dirinya juga berada di rumah, sedangkan yang melakukan aksi perampokan adalah, N, N, G dan D
Penulis: Ali Anshori |
Keduanya ditangkap aparat kepolisian secara terpisah, 20 jam setelah peristiwa pembunuhan tersebut terjadi. Arifin ditangkap saat terlelap di kediamannya yang hanya berjarak kurang lebih 60 meter dari kantor pos, sementara Heri ditangkap saat belanja bersama anak dan istrinya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kepala kantor pos air Upas, Sofyan tewas setelah berjibaku dengan perampok yang akan menggasak brangkas di kantor yang dimpimpinnya, Sofyan terkena pukulan sampai akhirnya meninggal dalam pelarian ke rumah sakit.
Dihadapan petugas, Arifin mengaku tidak terlibat langsung dalam pembunuhan tersebut, dia hanya membantu untuk menjalankan aksi perampokan di kantor yang dipimpin oleh korban. "Saya hanya membantu membuat sketsa saja, kemudian saya dijanjikan akan diberikan uang oleh D (buron) jika sudah berhasil merampok," katanya.
Arifin juga tidak akan mengira aksi perampokan yang dilakukan pada Minggu (29) dini hari itu akan mengakibatkan nyawa kepala kantor pos Air Upas, Sofyan, melayang. Sebab sesuai rencana awal mereka hanya ingin mengambil uang yang berada di dalam brangkas yang disimpan di kamar korban.
"Pada saat korban akan dilarikan ke rumah sakit saya juga sempat menolong mengambil ambulan dari puskesmas ke kantor pos, saya juga yang memanggil dokter di puskesmas tersebut," terangnya.
Arifin mengatakan, pada saat perampokan dirinya juga berada di rumah, sedangkan yang melakukan aksi perampokan adalah, N, N, G dan D yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. Arifin mengatakan dirinya hanya membantu merencanakan aksi perampokan dan dijanjikan bakal mendapatkan upah jika berhasil.