A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Maaf, Ini Bukan Negeri Koboi! - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Pontianak

Maaf, Ini Bukan Negeri Koboi!

Kamis, 3 Mei 2012 09:07 WIB
Maaf, Ini Bukan Negeri Koboi!
IST
Aksi TNI koboi yang pada 30 April 2012 silam di Jl Palmerah Jakarta pusat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kata "koboi" sering disebut dalam beberapa pekan ini, mengacu pada oknum aparat yang bertindak arogan terhadap warga sipil. Beberapa kasus menunjukkan ulah oknum aparat tersebut sama sekali tidak menunjukkan etika ataupun sopan santun.

Yang terlihat hanyalah pengumbaran hawa nafsu yang tak terkontrol dengan memanfaatkan kekuasaan yang ada di genggamannya, terutama yang berupa senjata api.

Kata "koboi" sebenarnya sebutan yang diberikan kepada gembala di peternakan yang berada di Amerika Utara (sebagaimana dijelaskan di situs wikipedia). Dalam fiksi, koboi sering digambarkan dalam pertentangannya dengan suku Indian, penduduk asli Amerika.

"Koboi" kemudian mengalami perubahan makna, dan kini banyak digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sembrono atau mengabaikan risiko potensial, tidak bertanggungjawab, atau melakukan pekerjaan berbahaya dengan tidak berhati-hati.

Kejadian terbaru yang banyak dipergunjingkan adalah aksi yang ditunjukkan seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat kapten di Jl Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2012), di samping studio KompasTV. Dalam rekaman video terlihat pengemudi mobil berpelat nomor dinas TNI 1394-00 berdebat dengan pengendara sepeda motor.

Pria berpakaian kemeja putih dan bercelana panjang warna krem itu juga terlihat menenteng benda menyerupai senjata api. Sempat terdengar pula bunyi seperti tembakan. Pengemudi mobil juga tampak beberapa kali memukul pengendara motor dengan sebuah tongkat.

Pukulan itu mengenai helm yang masih dikenakan pengendara motor. Tindakan oknum TNI tersebut belakangan ramai dipergunjingkan di media sosial dengan sebutan "Koboi Palmerah" (mengacu pada lokasi kejadian di Palmerah).

Komentar miring atas ulah sang kapten sangat banyak bermunculan. Bahkan, anggota DPR ikut menjadikannya sebagai "gunjingan". Anggota Komisi I DPR, Roy Suryo, misalnya, menyebut ulah oknum TNI tersebut sangat arogan dan tidak tepat.

Meski pihak TNI menyebut pistol yang dipegang oleh sang kapten hanya air soft gun, namun di mata masyarakat penampakannya mengesankan senjatanya adalah sungguhan, apalagi kendaraan yang digunakannya bernomor polisi TNI.

Berbagai kasus yang terjadi belakangan ini, yang melibatkan oknum aparat, apakah itu antara anggota TNI atau Polri dengan masyarakat, atau antara anggota TNI dengan anggota Polri, seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk proses pembinaan internal masing-masing institusi.

Masyarakat pada kondisi kekinian tidak bisa lagi menerima tindakan atau ulah oknum aparat yang di luar kontrol dan di luar aturan. Pengalaman di masa lalu, ketika aparat keamanan masih sering bertindak represif, belum hilang dari benak sebagian masyarakat.

Kita tentu sama-sama tidak berharap muncul cap bahwa kita berada di negeri para koboi, negeri di mana aturan tidak lagi jelas, dan masing-masing orang bisa bertindak semaunya. Bagaimanapun, negeri kita masih berlandaskan pada hukum, dengan sejumlah pranata yang mengaturnya.

Kita tentu tidak bisa menerima kehadiran seorang semacam detektif Harry Callahan dalam film serial televisi Dirty Harry yang pernah tayang di era 1970-an. Meski tujuannya untuk membasmi kejahatan, namun cara "koboi" yang dilakukan Harry Callahan sungguh tidak patut. (****)
Penulis: Andi Asmadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas