Manusiakan Kaum Buruh

Perlakuan pekerja mirip rodi ala Belanda telah kronis. Perlakuan zalim ini menodai HAM buruh atau outsourcing di Indonesia

Manusiakan Kaum Buruh
INILAH/AGUZ
Ilustrasi tenaga outsourcing

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar meyakinkan, hadiah presiden bisa meredakan gejolak perjuangan buruh. Alasannya, hadiah meringankan beban hidup buruh.

Empat kado istimewa itu, buruh berpenghasilan Rp 2 juta tak dikenai pajak. Pemerintah membangun rumah sakit buruh di Tangerang, Bekasi dan Sidoarjo. 

Hadiah ketiga, penyediaan transportasi murah untuk buruh di kawasan industri. Tahap awal pemerintah berjanji menyediakan 200 unit bus buruh Tangerang, Bekasi, Jawa Timur dan Batam.

Kado terakhir, pengadaan rumah murah. Khusus perumahan buruh ini masih dimatangkan, apakah Rusunawa atau landed house dengan bantuan uang muka dari pemerintah.

Mendanai empat hadiah itu, pemerintah mengambil dari APBN, CSR Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan APBD. Belum diketahui total anggaran program "pemanusiaan buruh" ini.

Yang pasti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pekan lalu, memerintahkan Menko Kesra, Menakertrans, Menteri BUMN dan Jamsostek mewujudkan kado istimewa itu dalam 2,5 tahun ke depan.

Realisasi akhir "pemanusiaan buruh" yang bertepatan pesta demokrasi, Pemilu 2014. Adakah benang merah kado pemerintah dengan kepentingan perburuan suara demi kekuasaan kelak?

Tak mudah bagi buruh "mengerti" di tengah perjuangan panjang, berliku dan melelahkan selama ini. Fakta yang tak terbantah hingga kini, nasib buruh belum menggembirakan. Belum memberi harapan hidup layak, apalagi di negara berkembang seperti republik kita.

Masih melekat kuat stigma buruh sebagai "pembantu" industri atau usaha apapun. Tetesan keringat dari jerih payah buruh, belum dihargai sebagai karya manusia yang sama sebagai warga negara maupun di hadapan Allah.

Perangkap Rodi
Buruh identik pekerja otot, hanya mengandalkan tenaga. Berbeda pekerja profesional yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan keterampilan mumpuni.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help