Kamis, 3 September 2015

Manusiakan Kaum Buruh

Selasa, 1 Mei 2012 03:13

Manusiakan Kaum Buruh
INILAH/AGUZ
Ilustrasi tenaga outsourcing

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar meyakinkan, hadiah presiden bisa meredakan gejolak perjuangan buruh. Alasannya, hadiah meringankan beban hidup buruh.

Empat kado istimewa itu, buruh berpenghasilan Rp 2 juta tak dikenai pajak. Pemerintah membangun rumah sakit buruh di Tangerang, Bekasi dan Sidoarjo. 

Hadiah ketiga, penyediaan transportasi murah untuk buruh di kawasan industri. Tahap awal pemerintah berjanji menyediakan 200 unit bus buruh Tangerang, Bekasi, Jawa Timur dan Batam.

Kado terakhir, pengadaan rumah murah. Khusus perumahan buruh ini masih dimatangkan, apakah Rusunawa atau landed house dengan bantuan uang muka dari pemerintah.

Mendanai empat hadiah itu, pemerintah mengambil dari APBN, CSR Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan APBD. Belum diketahui total anggaran program "pemanusiaan buruh" ini.

Yang pasti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pekan lalu, memerintahkan Menko Kesra, Menakertrans, Menteri BUMN dan Jamsostek mewujudkan kado istimewa itu dalam 2,5 tahun ke depan.

Realisasi akhir "pemanusiaan buruh" yang bertepatan pesta demokrasi, Pemilu 2014. Adakah benang merah kado pemerintah dengan kepentingan perburuan suara demi kekuasaan kelak?

Halaman123
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas