Tuah Getir Sang Idola Bieber
Pelajaran berharga remaja RI. Jangan latah mengidolakan Bieber atau figur yang tak jelas integritas dan ketaatannya kepada Allah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pertunjukan boyband Super Junior (Suju) asal Korea di Ancol Jakarta tiga hari sejak 27 April 2012, bak pagelaran musik hipnotis.
Remaja Indonesia, larut secara suka rela. Mereka berduyun-duyun menyesaki arena pertunjukan bertitel Super Show 4. Begitu gandrungnya, ada remaja putri rela antre tiket sejak pukul 05.00 WIB, kendati konser dimulai petang.
Makin sulit dinalar, ribuan remaja tergabung dalam Clouds, sebutan fans berat Yesung Suju, menyisihkan uang Rp 9 juta hanya untuk menarik perhatian sang idola.
Konser Suju sarat emosional. Histeria melanda kaum Elf, sebutan penggemar Suju. Yang namanya suka, sulit dinalar pakai akal sehat. Tak bisa pula diukur menggunakan uang atau waktu, bahkan jiwa.
Demi cita rasa, kaum Elf rela mempertaruhkan segalanya. Beruntung Suju begitu apik unjuk kepiawaian bermusik dan ber-dance. Mereka pun familiar, seperti karakter umum budaya orang Asia.
Sang boyband Suju tak rikuh mengenakan topi made in Indonesia sambil nyanyi, menyapa dan mengucapkan terimakasih ala Bahasa Indonesia, bahkan pakai Bahasa Jawa.
Suju makin mencuri hati anak muda, manakala melantunkan Cinta Jangan Kau Pergi, lagu yang biasa dinyanyikan Vidi Aldiano. Luar biasa, sensasional dan mengesankan, tentu bagi penyukanya.
Histeria fans ini mengingatkan konser serupa di Sentul International Convention Center, Bogor, 23 April 2011 lalu. Kala itu Justin Bieber membuat penggemar beratnya histeris.
Konser bertitel My World Tour selama 90 menit itu, juga tak kalah luar biasa menghipnotis ratusan ribu fans berat Bieber. Saking kuatnya mengidolakan pujaannya, kekasih Selena Gomez itu seperti manusia setengah dewa saja.
Sosok Bieber di mata kaum muda seolah tiada cacat, sempurna! Pelajaran besar bagi remaja Indonesia, baru datang pekan lalu. Tepatnya saat Bieber mempromosikan album terbarunya, Believe di London.
Ketika menjawab pertanyaan sang pemandu acara tentang proses pembuatan lagu Be Alright, Bieber menorehkan kata-kata yang menghina Bangsa Indonesia.
Ambivalensi
Intinya, penyanyi yang jadi idola remaja di dunia ini, menyatakan karyanya itu dibuat di Indonesia yang disebut negara random alias acak atau tidak jelas.
Tak sampai di situ, Bieber mengaku membuat rekaman di studio kecil dan ditangani orang-orang Indonesia yang dinilai tak tahu dan tak mengerti apa yang dilakukan.
Negeri tak jelas, pasti bukan ucapan rasa terimakasih atas elu-eluan yang diberikan remaja Indonesia secara suka rela kepadanya.
Sebutan hina bagi NKRI dari bule kecil asal negeri mungil Kanada. Bieber dilahirkan di Stratford, Ontario, Kanada, negeri yang hanya seluas 9.970.610 kilometer persegi dan dihuni 32, 4 juta penduduk, atau 1/6 penduduk negeri kita.
Hinaan ini sungguh melukai nurani bangsa. Jika sang penguasa negeri memiliki kecintaan republik ini, lazimnya protes dan menuntut Bieber tentang tudingan negara tak jelas.