5 Kapal Hibah Kalbar Belum Diambil
Jumat, 27 April 2012 12:58 WIB
Berita Terkait
- Kapal Tenggelam, Nelayan Tewas di Laut
- PLN Prihatin Musibah Kapal Tenggelam
- Polairud Masih Cari 5 ABK yang Hilang di Laut
- Lima Korban Kapal Tenggelam Belum Ditemukan
- Kapal Cumi Tenggelam di Muara Jungkat
- Kapal Pengangkut Solar Tenggelam, Lima ABK Hilang
- Terhempas Gelombang, Kapal El Hasan Tenggelam
- Isi Bahan Bakar, Kapal Cepat Terbakar
- Mandiri Kucurkan Rp 42,14 M Untuk Bangun KRI Beladau
- Kapal Selam AS Tabrakan Dengan Kapal Nelayan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sebanyak lima kapal sitaan dari nelayan asing yang dihibahkan ke berbagai pihak, belum diambil oleh penerimanya. Mahalnya biaya modifikasi diperkirakan menjadi alasan kenapa kapal hibah itu belum diambil di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianka.
Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak Bambang Nugroho, Jumat (27/4/2012) mengatakan, kelima kapal itu merupakan sitaan dari nelayan China yang tertangkap di sekitar Laut China Selatan.
"Kelima kapal itu sudah dihibahkan ke Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Namun, sampai sekarang belum diambil," kata Bambang.
Kapal-kapal itu berbobot sekitar 300 ton. Modifikasi masih perlu dilakukan agar familiar dengan nelayan atau kelompok nelayan di Indonesia.
Spesifikasi mesin yang digunakan tidak sama dengan kebanyakan kapal nelayan Indonesia. Posisi kemudi dan interior kapal juga berbeda sehingga sulit dipergunakan oleh nelayan Indonesia yang tidak terbiasa. (*)
Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak Bambang Nugroho, Jumat (27/4/2012) mengatakan, kelima kapal itu merupakan sitaan dari nelayan China yang tertangkap di sekitar Laut China Selatan.
"Kelima kapal itu sudah dihibahkan ke Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Namun, sampai sekarang belum diambil," kata Bambang.
Kapal-kapal itu berbobot sekitar 300 ton. Modifikasi masih perlu dilakukan agar familiar dengan nelayan atau kelompok nelayan di Indonesia.
Spesifikasi mesin yang digunakan tidak sama dengan kebanyakan kapal nelayan Indonesia. Posisi kemudi dan interior kapal juga berbeda sehingga sulit dipergunakan oleh nelayan Indonesia yang tidak terbiasa. (*)
Editor : Bowo
Sumber : Kompas.com
