Strike Back A Melaju ke Semifinal
Tim kami hari ini bermain bagus, terutama di finishing dan defence. Itu sebenarnya kunci kemenangan kami
Kepastian klub basket Strike Back A melaju ke babak semifinal, setelah berhasil menumbangkan satu diantara tim kuat Jambore A dengan skor 46-37. Pelatih klub Strike Back A, Aditya Hendra Pramana, kepada Tribunpontianak.co.id, mengatakan, kemenangan tim asuhannya karena Strike Back A mampu bermain dengan baik.
"Tim kami hari ini bermain bagus, terutama di finishing dan defence. Itu sebenarnya kunci kemenangan kami," ujar Aditya.
Komentar Aditya tentang kemenangan timnya tak terlepas dari semakin padunya kekompakan dan komunikasi antar pemain di timnya. Walau tanpa dukungan suporter, timnya tetap mampu mendominasi jalannya pertandingan sejak kuarter pertama berjalan.
"Di kuarter pertama, kami tampil mendominasi pertandingan dengan berbagai variasi serangan yang cukup merepotkan defender tim lawan," ujar Aditya.
Dominasi Strike Back A di kuarter pertama mampu membawa tim asuhan Aditya memimpin perolehan skor dengan margin yang cukup jauh, 19-9.
Lanjut ke kuarter kedua, permainan Strike Back A masih merepotkan barisan defender Jambore A. Drible apik dan passing akurat yang diperagakan sepanjang kuarter kedua membuat permainan lebih menghibur, walau tak terlalu sering mencetak angka.
Sebaliknya, di kubu Jambore A, permainan atraktif mereka mampu mengerek perolehan angka untuk jambore A, perlahan namun pasti, Jambore A berhasil menyusul perolehan poin Strike back A. Di kuarter kedua, Strike Back A hanya menambah 6 poin, sedangkan Jambore A mampu mencetak 10 poin, hingga kedudukan berubah 25-19, masih untuk keunggulan Strike Back A.
Memasuki kuarter ke tiga, dominasi permainan Strike Back A mengalami kendala. Tim asuhan Aditya mulai kesulitan meraih poin.
"Di kuarter ke tiga, kami scorless, tak mampu mencetak poin. Analisa saya, karena tim lawan mulai bisa keluar dari tekanan permainan kami, dan mampu menekan balik, sehingga kami kesulitan mencetak poin," urai Aditya.
Aditya bersyukur, walaupun timnya mengalami kendala, tapi klub asuhannya yang berdiri tahun 2007 itu, masih mampu memenangkan laga dengan skor 34-22.
Di kuarter final atau kuarter ke empat, tak satupun yang mampu mendominasi pertandingan, ke dua tim masing-masing mengerahkan kemampuan terbaiknya. "Saya tidak memberikan instruksi khusus di kuarter ke empat. Saya hanya berkata, kalau ingin menembus babak semifinal, bermainlah dengan lebih baik. Dan mereka mengerti dengan apa yang saya maksud," tambah Aditya lagi.
Di kuarter ini, tim Strike Back A mampu unggul dengan perolehan poin 46-37, dan memastikan langkah mereka ke babak semifinal.