Keluarga TKI Lombok Kecewa Malaysia

Kami sekeluarga tidak terima dengan kematian anak saya kami yang tidak wajar. Karena itu kami menuntut pemerintah Malaysia bertanggung jawab

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MATARAM - Pihak keluarga menuntut pemerintah Malaysia bertanggung jawab atas meninggalnya tiga tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang diduga menjadi korban jual beli organ tubuh.

"Kami sekeluarga tidak terima dengan kematian anak saya kami yang tidak wajar. Karena itu kami menuntut pemerintah Malaysia bertanggung jawab," kaqta Hj Sri Haryati, ibu dari Herman, salah seorang TKI asal Dusun Pancor Kopong, Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela di Selong, Rabu (25/4/2012).

Didampingi menantunya Mardiah (istri Herman), dia mengatakan, menurut informasi dari teman yang membawa jenazah anaknya pulang dari Malaysia beberapa organ tubuhnya seperti mata, kepala, dada dan perut semuanya dijahit.

"Kami merasa heran peti jenazah anak saya tidak boleh dibuka dan kenapa beberapa organ tubuh anak saya di jahit. Ini yang menyebabkan kami tidak terima, kami menduga ada hal yang sengaja disembunyikan," Sri Haryati.

Karena itu, katanya, pihak keluarga meminta pemerintah bersikap tegas terhadap apa yang menimpa keluarganya. Pemerintah jangan hanya tinggal diam, tetapi harus meminta pertanggung jawaban pemerintah Malaysia.

Raudatul Jannah, kakak dari dari Abdul Kadir Jaelani yang juga salah seorang TKI yang meninggal di Malaysia juga meminta dilakukan otopsi untuk memastikan apakah memang benar organ tubuh adiknya hilang.

"Kami sekeluarga adiknya siap setuju jenazah para korban diotopsi, karena dengan cara itulah bisa dibuktikan bahwa ada bagian organ tibuh yang hilang yang diduga terkait dengan jual beli organ tubuh," katan Raudatul.

Menurut dia, dengan adanya otopsi itu pihak keluarga juga bisa mengetahui kebenaran isu mengenai dugaan jual beli organ tubuh TKI tersebut dan dengan kepastian penyebab kematian korban pihak keluarga akan merasa tenang.

"Kami menilai ada kejanggalan dibalik kematian adiknya, meski menurut informasi dia meninggal karena ditembak oleh polisi Malaysia dengan alasan yang masih simpang siur," ujar Raudatul Jannah. (*)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved