A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Otopsi TKI Tunggu Mabes Polri - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribun Pontianak

Otopsi TKI Tunggu Mabes Polri

Selasa, 24 April 2012 15:31 WIB
Otopsi TKI Tunggu Mabes Polri
ISTIMEWA
Ilustrasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MATARAM - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat tengah menunggu petunjuk Mabes Polri terkait pelaksanaan otopsi terhadap jenasah tiga Tenaga Kerja Indonesia yang tewes tertembak di Negeri Sembilan, Malaysia, 22 Maret 2012.

"Ini masalah internasional, atau lintas negara, makanya kami menunggu petunjuk Mabes Polri soal otopsi itu," kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP Sukarman Husein, di Mataram, Selasa (24/4/2012).

Para prinsipnya, kata Sukarman, Polda NTB siap melakukan otopsi ketiga jenasah TKI itu karena sudah ada permohonan otopsi dari sanak keluarganya.

Namun, jadwal otopsi itu masih harus dikoordinasikan dengan Mabes Polri agar langkah penanganan TKI korban tewas tertembak itu sejalan dengan upaya pihak terkait di tingkat pusat.

Ia pun meyakini, pelaksanaan otopsi itu akan segera terealisasi karena Mabes Polri dan pihak terkait di Jakarta tengah mengkoordinasikan penanganan hukum atas masalah tersebut.

Mad Noor (28), warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Herman (34) serta Abdul Kadir Jaelani (25), warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, tewas ditembak di Malaysia.

Berdasarkan keterangan saksi mata, diduga kuat organ tubuh bagian dalamnya sudah sudah diambil, namun hal itu harus dibuktikan dengan otopsi.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dr H Mawardi Hamri, mengaku telah diperintahkan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi untuk mengawal proses otopsi ketiga jenasah TKI itu.

"Pak Gubernur sudah perintahkan saya untuk kawal, dan memang otopsi harus dilakukan untuk memperjelas penyebab kematiannya. Apalagi, dilaporkan ada banyak jahitan di dada dan perut yang mencurigakan," ujarnya.

Mawardi memastikan keterlambatan otopsi tidak menghilangkan penyebab kematian ketiga TKI NTB itu. Apalagi ketiganya baru dikubur lebih dari dua pekan bersama peti yang dibawa dari Malaysia.

Dari aspek medis, Mawardi meyakini kondisi ketiga jenasah masih utuh sehingga masih bisa melihat organ tubuh bagian dalamnya. "Ada ilmunya, masih bisa lihat organ tubuh bagian dalam. Memang dari ilmu kedokteran, jahitan di dada dan perut itu mencurigakan sehingga patut diotopsi," ujarnya. (*)
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
15513 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas