Senin, 22 Desember 2014
Tribun Pontianak

Singapura Larang PRT Lap Jendela

Senin, 23 April 2012 23:47 WIB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGAPURA - Warga Singapura diminta tidak lagi memerintahkan pembantu rumah tangga mereka untuk membersihkan jendela di gedung apartemen tinggi menyusul banyaknya korban jiwa yang sebagian diantaranya adalah PRT asal Indonesia.

Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Negara Pembangunan Komunitas, Pemuda dan Olahraga, Halimah Yacob dalam acara wisuda 52 PRT Indonesia yang berhasil menyelesaikan pendidikan jenjang SMA dari Sekolah Indonesia Singapura, seperti dilansir harian Straits Times. Para PRT ini bersekolah dua hari dalam sebulan selama tiga tahun

Tahun ini tujuh PRT asal Indonesia meninggal dunia karena terjatuh dari ketinggian ketika membersihkan jendela atau menjemur pakaian.

Menurut Halimah, kematian itu "sangat menyedihkan dan seharusnya bisa dicegah."

Kementerian Tenaga Kerja Singapura menyikapi hal itu dengan mengadakan pelatihan keamanan wajib bagi PRT baru dan akan menjatuhkan hukuman bagi majikan yang tidak memberikan lingkungan kerja aman.

Tukinah Sanropingi, Ketua Indo Family Network (IFN), paguyuban payung advokasi hak pekerja migran Indonesia di Singapura mengatakan mereka berusaha mengajarkan rekan-rekan mereka untuk menolak perintah-perintah majikan yang mengancam keselamatan.

"Ada yang tersangkut di bambu jemuran, akhirnya bambunya tak kuat menahan terus dia jatuh," kata Tukinah dalam wawancara dengan BBC Maret lalu.

Belum lama ini pemerintah Singapura juga mewajibkan para majikan di negeri itu memberi minimal satu hari libur kepada pekerja rumah tangga mereka mulai tahun depan. Berdasarkan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia saat ini ada 120 ribu pekerja rumah tangga asal Indonesia di Singapura. (bbc)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas