Jembatan Pawan Sarat Pungli
Warga Tanjungpura, Muara Pawan Ketapang merindukan pembangunan jembatan bebas pungutan liar yang meresahkan
Penulis: Ali Anshori | Editor: Jamadin
"Sudah lama kami merindukan pembangunan jembatan di daerah kami, sebab selama ini kami harus membayar miting (pungutan liar) disaat berpergian karena telah melewati jembatan yang dibangun warga," kata Bahtiar (60) warga desa Tanjungpura, kepada Tribunpontianak.co.id, belum lama ini.
Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan jembatan Mensubuk tersebut sudah berlangsung lama. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dikerjakan. Tiang beton yang disimpan di dekat pemukiman warga juga masih menumpuk.
Kondisi ini memicu adanya miting yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Untuk pengguna kendaraan sepeda motor mereka harus mengeluarkan biaya Rp 5000 sekali melintas, sedangkan di sepanjang jalan Desa Tanjungpura terdapat dua miting.
Bahtiar menambahkan, biaya perjalanan mereka akan semakin tinggi jika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini. Sebab jembatan yang biasanya dilaluli juga terendam air. Untuk dapat melintas terpaksa mereka harus membayar jasa penyeberangan.
"Kalau pakai miting kita bisa bayar seadanya, namun kalau musim banjir mau tidak mau kita harus membayar Rp 10 ribu bahkan sampai 15 ribu, sekali jalan, karena kita nyeberang pakai perahu, jelas ini sangat memberatkan kami," katanya.