Sport Blitz

Veronica Terpesona Aikido

Ia memilih aikido karena kelembutan gerakan dan harmonisasi antara pikiran dan jiwa. Veronica melabuhkan pilihannya pada beladiri aikido

Veronica Terpesona Aikido
Ilustrasi atlet Aikido

Satu di antara perempuan yang intens ikut beladiri adalah Veronica (22). Ia memilih aikido, olahraga beladiri dari Negeri Sakura. Ia memilih aikido karena kelembutan gerakan dan harmonisasi antara pikiran dan jiwa. Veronica melabuhkan pilihannya pada beladiri aikido sejak Juli 2011 dan menjadi keanggotaan resmi Aikido KBAI Pontianak.

Dia mengaku, tak perlu mengeluarkan tenaga yang ekstra saat berlatih teknik aikido karena lebih dominan mengunci gerakan dan melemparkan lawan yang jatuh lantaran tenaga lawan sendiri.

"Aikido merupakan beladiri paling cocok buat perempuan. Aikido itu lembut, tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga, teknik perlindungan dan pertahanannya mudah diterapkan tidak hanya oleh lelaki, tetapi perempuan pun bisa," ujarnya saat ditemui di dojo atau tempat berlatih aikido di Sanggar Senam Yanti Jl Nusa Indah 3.

Sebelum berlatih aikido, Veronika sempat berlatih beladiri lain di luar aikido. Namun, diakuinya, teknik beladiri itu banyak menguras tenaga dan lebih mengutamakan kekuatan otot. Semenjak belajar aikido, tampak perbedaan mencolok pada teknik beladiri yang pernah dipelajari Veronika sebelumnya. Hingga saat ini, Veronika konsisten menekuni beladiri aikido dan sudah mencapai tingkatan kyu tiga dengan sabuk berwarna biru.

Menurut Veronika, perubahan secara jasmani sudah dirasakannya. Tubuhnya lebih fresh, bugar. "Aikido efektif untuk menghilangkan stres dan aku lebih percaya diri," ujarnya.

Satu di antara letak ketertarikan Veronika pada aikido adalah penyesuaian teknik aikido dengan kadar tenaga aikidoka. Selain itu, dalam latihan, masing-masing aikidoka berpasangan. "Suasana nyaman dan komunikasi intensif antar-aikidoka saat latihan membuat saya cepat menyerap teknik yang dicontohkan sensei," ungkapnya.
Bangun Harmoni dengan Aikido
Seorang sensei (guru) berputar-putar melingkar bak penari seraya awas memperhatikan gerakan musuh yang terus menguntitnya. Pada sebuah titik atau posisi yang tepat, sang sensei mengunci gerakan musuh dengan teknik tertentu, musuh terpelanting dan tersungkur mencium matras.

Demikian peragaan teknik gerakan dalam seni bela diri aikido yang dipertunjukkan M Irwani ST, Ketua Dewan Guru Aikido Kalimantan Barat saat Tribun berkunjung ke dojo atau tempat latihan Aikido di Sanggar Senam Yanti Jl Nusa Indah 3.

"Dalam aikido, dasar gerakannya adalah melingkar. Hal ini dilakukan untuk menyerap tenaga musuh. Saat berada pada posisi yang tepat kita mengunci gerakan musuh dan melemparnya sehingga musuh terjatuh," ujarnya.

Untuk meminimalkan energi tubuh, digunakan teknik menyusup dan berputar dengan menyerap tenaga yang dikeluarkan lawan. Menyalurkan tenaga lawan untuk kemudian mengalirkannya sehingga serangan yang datang dapat dinetralisasi dengan teknik kuncian dan lemparan merupakan acuan pokok dalam bela diri aikido yang harus dikuasai aikidoka, sebutan untuk orang yang belajar dan berlatih aikido.

"Teknik aikido tidak melakukan eksekusi. Tetapi lebih pada menerima dan menyalurkan energi lawan. Dengan menyalurkan energi lawan, aikidoka tidak menimbulkan konflik baru. Sebab, dalam teknik aikido tak ada teknik melawan dan menentang energi musuh. Saat musuh terjatuh atau terpelanting, itu bukan karena aikidoka, melainkan disebabkan tenaganya sendiri," ungkapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help