Indeks Ditutup pada Zona Negatif

Investor memiliki berbagai alasan untuk meragukan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks saham di Asia akhir pekan lalu mengabaikan pertumbuhan ekonomi China yang melambat dan justru rally setelah ujicoba peluncuran roket Korea Utara berakhir dengan kegagalan. Dipicu oleh berita tersebut, investor di Asia mencerna data yang memperlihatkan ekonomi China tumbuh 8,1% pada periode Januari.

Secara umum, terdapat rasa keyakinan bahwa China berhasil mengendalikan ekonominya dalam jalur pertumbuhan yang lebih lambat tanpa mengalami hard landing. Ditambah, pertumbuhan yang lambat akan menopang ekspektasi bahwa Pemerintah China akan mengimplementasikan lebih lanjut kebijakan moneter yang longgar,

Ia memaparkan, indeks saham di Eropa ditutup pada teritori negatif setelah data Consumer Confidence AS secara mengejutkan mengalami penurunan.

"Sementara kekecewaan atas data pertumbuhan China juga ikut mengurangi minat beli investor," kata Branch Manager Reliance Sekuritas Pontianak, Heri Halidi, kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (16/4/2012).

Indeks saham utama di Wall Street ditutup turun dan mencatatkan penurunan sepekan terbesar untuk tahun ini seiring dengan semakin tingginya tingkat kekhawatiran investor atas prospek pertumbuhan ekonomi global. Investor memiliki berbagai alasan untuk meragukan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved