Pelayan Kafe Sambas Digagahi Majikan
Jumat, 6 April 2012 19:06 WIB
Share |
Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Apa hendak dikata, nasi telah menjadi bubur yang tadi hendaknya ingin mencari kerja berbuah menjadi sebuah petaka. Itulah gambaran kehidupan yang dirasakan AR (16), korban pemerkosaan yang dilakukan SD, bos sebuah kafe tempatnya bekerja di Desa Selobat, Selakau Timur sekitar pada Februari 2012 silam.

"Waktu itu saya masih bekerja di sebuah warung kopi di Tebas, lalu saya berkenalan dengan SD, dan dari itulah dia mengajak saya bekerja yang katanya warung es, tak tahunya pekerja kafe di daerah kawasan dompeng (PETI-red)," ujar AR, korban pemerkosaan kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (6/4/2012) di kediamannya di Dusun Asam Lakum, Tebas, Sambas.

Didampingi ayahnya, AR menceritakan ketika  dia bekerja di tempat sang majikan, tidak ada tanda-tanda atau gelagat akan menodai kesuciannya. "Saya bekerja ditempatnya sekitar Januari 2012, dan tanpa ada  pemberitahuan kepada ayah saya. Di sana tempatnya cukup jauh, dan sepi melewati perkampungan yang masih banyak hutannya," katanya.

"Sekitar Februari, tepatnya pada malam hari sekitar jam sembilan malam, SD masuk ke dalam kamar kami yang ditempati sebanyak dua orang yaitu saya dan teman saya, kondisi saat itu cukup gelap karena tanpa penerangan, tiba-tiba ada yang meregang tangan saya dan menimpa tubuh saya," ujarnya.

Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Bowo