Ular Muncul Dikemudi Pesawat
Kamis, 5 April 2012 23:59 WIB

Tribun Kalteng
Ular menghebohkan warga
Berita Terkait
- Pesawat Pembawa Pupuk Jatuh di Kebun Sawit
- Pesawat Terbakar Saat Turunkan Bahan Bakar
- Pesawat Latih Gagal Mendarat
- Hati-hati Potong Lion Air, Bisa Meledak
- Jokowi Pilih Pesawat Kelas Ekonomi
- Paha Penumpang Lion Sobek
- Cara Mengangkat Lion Air Masih Dipikirkan
- Lion Air Bukan Tergelincir, Tapi Mendarat di Laut
- Beginilah Kondisi Lion Air Tadi Pagi
- Jasa Raharja Tanggung Pengobatan Maksimal Rp 25 Juta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang pilot di wilayah Northern Territory terpaksa melakukan pendaratan setelah menemukan ular terjatuh dari dashboard di ruang kemudi pesawat. Demikian dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (5/4/2012).
Braden Blennerhassett dari Air Frontier menerbangkan kargo ke wilayah terpencil saat ular nongol tiba-tiba. Direktur Air Frontier, Geoffrey Hunt, mengatakan Blennerhassett melakukan panggilan ke air traffic controllers karena kemunculan ular itu tiba-tiba.
"Ia bilang, ada ular di pesawat," kata Hunt. Ia menyatakan, sang pilot memiliki masalah komunikasi dengan menara kontrol.
"Ular itu tiba-tiba muncul dengan kepalanya di tombol transmisi dan ia harus menekan tombol itu," katanya. Pilot itu kemudian diminta kembali ke Darwin, Australia, dan kemudian pawang ular pun dipanggil. Sayangnya, ular itu menghilang entah kemana.
"Kami mendatangkan ahli mesin dan pawang ular dan mereka melihat ke sana dan tak menemukan apapun," jelas Hunt.
Kini, pihak perusahaan akan berusaha menangkap ular itu dengan menggunakan tikus hidup sebagai umpan. Pesawat itu tak terbang sampai ular itu ditemukan.
Braden Blennerhassett dari Air Frontier menerbangkan kargo ke wilayah terpencil saat ular nongol tiba-tiba. Direktur Air Frontier, Geoffrey Hunt, mengatakan Blennerhassett melakukan panggilan ke air traffic controllers karena kemunculan ular itu tiba-tiba.
"Ia bilang, ada ular di pesawat," kata Hunt. Ia menyatakan, sang pilot memiliki masalah komunikasi dengan menara kontrol.
"Ular itu tiba-tiba muncul dengan kepalanya di tombol transmisi dan ia harus menekan tombol itu," katanya. Pilot itu kemudian diminta kembali ke Darwin, Australia, dan kemudian pawang ular pun dipanggil. Sayangnya, ular itu menghilang entah kemana.
"Kami mendatangkan ahli mesin dan pawang ular dan mereka melihat ke sana dan tak menemukan apapun," jelas Hunt.
Kini, pihak perusahaan akan berusaha menangkap ular itu dengan menggunakan tikus hidup sebagai umpan. Pesawat itu tak terbang sampai ular itu ditemukan.
Editor : Jamadin
Sumber : Tribunnews
