FKUB Ketapang Minta Polisi Tegas
Rabu, 4 April 2012 14:28 WIB

TRIBUN PONTIANAK/EDY
Polres Sintang mengungkap penimbunan BBM solar dan premium bersubsidi ribuan liter di Pal IV Sintang, Kecamatan Sintang, Rabu (14/3/2012). Kendati mendapatkan bukti penyimpangan, Polres Sintang belum menjerat penimbun menggunakan UU Migas Bumi.
Polres Sintang mengungkap penimbunan BBM solar dan premium bersubsidi ribuan liter di Pal IV Sintang, Kecamatan Sintang, Rabu (14/3/2012). Kendati mendapatkan bukti penyimpangan, Polres Sintang belum menjerat penimbun menggunakan UU Migas Bumi.
Berita Terkait
- BBM Naik Mulai Sabtu ?
- Nelayan: Bantuan Tunai Buat Masyarakat Manja
- Mahasiswa dan Pemuda Tuntut Batalkan Kenaikan BBM
- Antrean di SPBU Normal
- Polres Landak Komitmen Awasi Distribusi BBM Subsidi
- Surya: Harga BBM Naik, Tindak Kriminal Akan Meningkat
- DPR Voting Pengesahan APBNP 2013
- Kenaikan Harga BBM Berimbas Pada Sembako
- BBM di SPBU Pontianak Barat Aman
- Tembakan Polisi Pancing Kemarahan Mahasiswa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Ketapang Habib Azan mempertanyakan tindak lanjut hasil penangkapan penimbunan BBM yang dilakukan oleh aparat kepolisian beberapa waktu lalu.
"Kemarin aparat kepolisian sudah menangkap penimbunan BBM, sampai sejauhmana tindak lanjutnya. Sebab kalau hanya ditangkap-tangkap saja namun tidak ada tindak lanjutnya akan percuma, aparat harus tegas," kata Habib Rabu (4/4/2012).
Habib mengatakan, aparat kepolisian dan pemerintah terkesan masih santai dalam menghadapi persoalan BBM, padahal kondisi yang demikian itu bisa menimbulkan gejolak di masyarakat jika tak segera ditangani dengan baik.
"Sekarang ini memang Ketapang dalam keadaan yang kondusip, namun bukan berarti aparat harus santai-santai saja. Saya melihat aparat kepolisian masih santai, memang ada penangkapan kemarin namun sampai sejauh mana inikan juga perlu diketahui oleh masyarakat," katanya.
Dirinya menambahkan tidak bermaksud mencurigai aparat yang menangani kasus tersebut, namun harus dilakukan secara transparan, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya. Sebab penanganan kasus yang tidak selesai juga bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.
"Kemarin aparat kepolisian sudah menangkap penimbunan BBM, sampai sejauhmana tindak lanjutnya. Sebab kalau hanya ditangkap-tangkap saja namun tidak ada tindak lanjutnya akan percuma, aparat harus tegas," kata Habib Rabu (4/4/2012).
Habib mengatakan, aparat kepolisian dan pemerintah terkesan masih santai dalam menghadapi persoalan BBM, padahal kondisi yang demikian itu bisa menimbulkan gejolak di masyarakat jika tak segera ditangani dengan baik.
"Sekarang ini memang Ketapang dalam keadaan yang kondusip, namun bukan berarti aparat harus santai-santai saja. Saya melihat aparat kepolisian masih santai, memang ada penangkapan kemarin namun sampai sejauh mana inikan juga perlu diketahui oleh masyarakat," katanya.
Dirinya menambahkan tidak bermaksud mencurigai aparat yang menangani kasus tersebut, namun harus dilakukan secara transparan, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya. Sebab penanganan kasus yang tidak selesai juga bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.
Penulis : Ali Anshori
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
